logo

Bukan Hanya Perlindungan Dasar, Pekerja Butuh Jaminan Tambahan

 Bukan Hanya Perlindungan Dasar, Pekerja Butuh Jaminan Tambahan

Anggota Dewan Pengawas selaku Ketua Komite KPKOS M. Aditya Warman.(foto,ones)
17 Desember 2019 22:17 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BOGOR: Para pekerja tidak hanya butuh perlindungan dasar, untuk mencapai kehidupan yang sejahtera.

Hal itu dikemukakan Direktur utama (Dirut) BPJAMSOSTEK Agus Susanto, dalam sambutan saat membuka Seminar 3th High Level Update dengan tema “HR Leader As A Strategic Business Partner”, di Learning Center BPJAMSOSTEK Bogor, Selasa (17/12/2019).

Dikatakannya, para pekerja perlu perlindungan tambahan untuk hari tuanya. Untuk itu, BPJAMSOSTEK menyiapkan Jaminan Pensiun.

Di sisi lain, dia menyebutkan, hingga akhir Oktober kepesertaan BPJAMSOSTEK mencapai 53 juta peserta. "Target untuk tahun 2020 mencapai 61 juta peserta. Dan, pada tahun 2030 sedikitnya 90 persen pekerja di Indonesia sudah terlindungi," tuturnya.

Terkait dengan Seminar 3th High Level Update, acara ini kembali terselenggara atas inisiasi Komite Kebijakan Pengelolaan Kinerja Organisasi dan Sumber Daya Manusia (KPKOS), yang merupakan salah satu dari empat Komite Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK, bersama dengan Apindo Training Center dan Indonesia Global Compact Network (IGCN).

Seminar serupa sebelumnya telah diselenggarakan pada bulan Oktober dan November silam. Namun, gelaran kali ini terasa lebih semarak karena diikuti1000 peserta, berasal dari karyawan, pengusaha, akademisi, dan mahasiswa.

Dalam acara tersebut hadir Menteri Ketenagakerjaan RI yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemnaker Tri Retno Isnaningsih, Ketua Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK Guntur Witjaksono beserta para anggota, Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto, dan Direktur Utama Pusat Studi Apindo Harijanto.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun sinergi positif dengan peserta BPJAMSOSTEK khususnya para HR Manager perusahaan melalui sharing knowledge terkait dengan pengelolaan SDM guna mencapai kinerja yang unggul,” ucap Anggota Dewan Pengawas selaku Ketua Komite KPKOS M Aditya Warman.

Adit menambahkan, meski di era milenial ini teknologi telah banyak menggantikan peran manusia, namun karyawan masih menjadi salah satu asset yang sangat dibutuhkan. Untuk memajukan dan mengembangkan sebuah perusahaan.

Karenalnya, perusahaan juga perlu memiliki sebuah talent management yang mumpun. Agar dapat memperoleh talent-talent terbaik, untuk menjadi pemimpin di masa mendatang. Timbulnya teknologi digital belakangan ini, kata dia, harus bisa dimanfaatkan oleh pimpinan perusahaan.

Untukmengembangkan karir dan kompetensi para karyawannya. Demi memberikan strategi-strategi yang akurat dan aplikatif,  BPJAMSOSTEK menghadirkan narasumber-narasumber yang berkomperten di bidangnya.

Di antaranya Chief Corporate Human Capital Development at PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso, Human Capital Director Maybank Irvandi Ferizal, dan masih banyak lagi.

“Kami berharap acara ini dapat memberi gambaran terkait pentingnya sebuah pengelolaan human capital dalam mengelola talent di sebuah perusahaan. Sehingga, ke depannya para peserta dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapatkannya dari seminar ini ke dalam manajemen SDM di perusahaanya," papar Adit.

Editor : Gungde Ariwangsa SH