logo

Forum Bisnis Ketenagakerjaan, Menaker Bahas Tenaga Kerja Berketerampilan Spesifik

Forum Bisnis Ketenagakerjaan, Menaker  Bahas Tenaga Kerja Berketerampilan Spesifik

Menaker Ida Fauziyah.(foto,ist)
15 Desember 2019 20:37 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - TOKYO: Pemerintah Indonesia mengapresiasi Pemerintah Jepang, yang telah mengeluarkan kebijakan baru. Terkait regulasi keimigrasian, yaitu residential status baru bagi Tenaga Kerja Asing (TKA) berketerampilan spesifik yang akan bekerja ke Jepang.

Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, saat menjadi pembicara kunci pada acara Forum Bisnis di Sektor Ketenagakerjaan bertempat di Lobby KBRI Tokyo, Jepang, Sabtu (24/12/2019).

Dalam siara persnya, dia juga menyatakan, Pemerintah Indonesia juga mengapresiasi Pemerintah Jepang atas inisiasi pembentukan kerja sama bilateral bidang ketenagakerjaan. Yang diimplementasikan melalui Memorandum of Cooperation (MoC) SSW dan MoC on Technical Intern Training Program (TITP) yang telah ditandatangani di Jakarta pada 25 Juni 2019 lalu.

Forum ini digelar, dengan memanfaatkan momentum kunjungan kerja Menaker ke Tokyo, Jepang, Forum dihadiri sedikitnya 80 orang perwakilan dari kalangan accepting organizations (AOs) dan pengusaha Jepang.

Di bawah kerangka SSW, ujar Menaker, Pemerintah Indonesia menargetkan untuk dapat memenuhi 20 persen atau 70.000 kebutuhan tenaga kerja Jepang dalam 5 tahun ke depan untuk 14 sektor industri utama. Sementara, untuk program pemagangan, sejak tahun 1993, Indonesia telah mengirimkan 80.000 orang peserta pemagangan ke Jepang.

Saat ini, sekitar 60.000 orang telah kembali ke Indonesia dan 20.000 orang masih berada di Jepang. Menutup pidatonya, Menaker sampaikan komitmennya, untuk berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif untuk memastikan kesuksesan implementasi program SSW dan TITP antara kedua negara.

Forum Bisnis Ketenagakerjaan kemudian ditutup dengan sesi parapan oleh Direktur Pengembangan Pasar Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, yang menjelaskan mengenai perkembangan penyelenggaraan penempatan tenaga kerja terampil dari Indonesia di Jepang.

“Mengingat skema Specified Skilled Wokers (SSW) merupakan terobosan baru yang berbeda dari sebelumnya. Tentunya kegiatan sosialisasi melalui Forum Bisnis ini sangat bermanfaat sebagai sarana untuk sharing dan bertukar pandangan mengenai kelancaran implementasi program SSW ke depannya," tutur Wakil Duta Besar RI di Tokyo Tri Purnajaya. Dia berharap, kunjungan Menaker ke Tokyo dapat menjadi momentum pendorong bagi peningkatan kerja sama Indonesia dan Jepang di sektor ketenagakerjaan ke depannya.

Editor : Markon Piliang