logo

Ciptakan Lapangan Pekerjaan, Franchise Cut The Crab Go Public

Ciptakan Lapangan Pekerjaan, Franchise Cut The Crab Go Public

Istimewa
13 Desember 2019 22:34 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA :Restoran seafood Cut the Crab melakukan terobosan dalam penciptaan lapangan pekerjaan. Caranya, dengan menawarkan penggunaan franchise kepada masyarakat luas.

General Manager Cut the Crab (CTC) Crissinda Sutadisastra mengatakan dengan keterlibatan pihak-pihak berkompeten dalam pengembangan bisnis CTC maka secara otomatis akan tercipta lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Setiap dalam pengembangan usaha kami selalu berusaha untuk melibatkan masyarakat. Apa yang bisa kami berikan kepada masyarakat, seperti lapangan pekerjaan,” kata Crissinda Sutadisastra kepada wartawan di Restoran Cut the Crab, Jalan Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/12/2019).

Ungkap Crissinda, saat ini CTC sudah memiliki empat cabang yang tersebar di Jakarta, selain di Cikajang juga ada di Mangga Besar, Jakarta Barat, Pantai Indah Kapuk (PIK), dan Kelapa Gading.

Lalu bagaimana caranya jika ada yang berminat mendapatkan franchise dari restoran yang terkenal dengan sajian kepiting raksasa dari Raja Ampat, Papua ini? Crissinda menyebut sangat mudah. “Yang pertama harus dilakukan mengisi formulir pengajuan franchise,” ujarnya.

Selain itu, peminat juga harus membayar surat lisensi menggunakan brand CTC sebesar Rp100 juta.

Persyaratan lainnya yaitu, peminat harus menyediakan tempat yang akan digunakan untuk Restoran CTC. “Tentu dengan peralatan lainnya seperti furniture, perlengkapan dapur, dan sebagainya,” jelas Crissinda.

“Untuk perabotan dan perlengkapan, kami punya standar tersendiri, dan harus diterapkan semua cabang. Peralatan-peralatan yang diperlukan akan kami suplai,” tambahnya.

Diberitahunya, untuk menjaga kualitas dan Standar Operasional Prosedur (SOP), Crissinda memastikan pihaknya akan memberikan training kepada seluruh karyawan, seperti manager, marketing, sampai bagian dapur.

Tak hanya itu, CTC juga akan menyuplai bahan-bahan seafood demi menjamin ketersediaan, seperti kepiting Raja Ampat, kerang, udang, dan sebagainya.

Katanya, ini perlu dilakukan untuk menjaga kualitas makanan dan efisiensi harga bahan makanan.