logo

Pengamat Politik Sebut Kemunculan Gibran Di Pilwalkot Solo, Gabungan Rekayasa Dan Tren

Pengamat Politik Sebut Kemunculan Gibran Di Pilwalkot Solo, Gabungan Rekayasa Dan Tren

Gibran Rakabuming Raka, calon Wali Kota Solo dalam Pilwalkot 2020
12 Desember 2019 18:24 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Kemunculan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Wali Kota Solo dalam Pilwalkot Solo 2020, dinilai sebagai gabungan dari rekayasa dan tren. Menurut pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, Gibran memanfaafkan momentum munculnya anak-anak muda sebagai pemimpin.

"Kejadian politik iti disebabkan oleh dua hal saja yakni rekayasa dan tren. Kemunculan Gibran itu gabungan antara rekayasa dan tren. Rekayasanya seperti apa? Yakni memunculkan sosok dari kalangan anak muda," jelas Hendri Satrio kepada wartawan yang di sela kegiatan bhakti sosial pengobatan gratis yang digelar Polri di Graha Sabha Solo, Kamis (12/12/2019).

Sedangkan tren saat ini baik di Indonesia bahkan dunia adalah munculnya bibit-bibit muda sebagai pemimpin. Seperti terpilihnya Perdana Menteri (PM) berusia 34 tahun di Firlandia.

"Melihat tren itu maka kehadiran Gibran juga disambut baik. Kalau ditanya apakah dia menggunakan aji mumpung? Ya dia memang menggunakan aji mumpung, karena momentum itu tidak bisa setiap saat ada," jelasnya lagi.

Memanfaatkan momentum tersebut menurut Hendri menjadi kekuatan yang dimiliki Gibran. Disamping lingkungan keluarga yang mendukung pencalonannya.

Disinggung peluang kemenangan Gibran dalam Pilwalkot Solo, Hendri mengatakan Gibran memiliki peluang. Karena dirinya melihat, pasca FX Hadi Rudyatmo (Wali Kota Solo saat ini) belum ada lagi calon yang menonjol.

"Jadi kehadiran Gibran bisa memberikan warna, apalagi dia datang sebagai anak muda Solo yang memiliki keinginan besar membangun Kota Solo," paparnya.

Gibran sebagai warga Solo dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin dengan memanfaatkan momentum yang ada. Kemunculan Gibran dengan memanfaatkan momentum tersebut tidak bisa disalahkan. Adanya kritikan agar Gibran menghargai senior dan perlu belajar politik terlebih dulu, adalah masukan yang baik.

"Dalam berpolitik memang harus punya sopan santun dan menghargai senior dan perlu belajar. Seperti halnya pesan Bu Mega ketika memberi empat buku pada Gibran saat Gibran menghadap Bu Mega di Jakarta," katanya lagi.

Seperti diketahui, Gibran Rakabuming Raka telah mendaftar sebagai calon wali kota lewat DPD PDI-P Jateng. Gibran mendaftar pada hari terakhir pendaftaran. Selain Gibran, calon lain dari PDI-P yang mendaftar sebagai calon wali kota adalah Achmad Purnomo. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH