logo

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Di Kabupaten Sorong

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Di Kabupaten Sorong

Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas P2KBP3A Kabupaten Sorong, Frida Flora Gifelem S.Sos/Foto:skid (Yacob Nauly)
11 Desember 2019 21:06 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AIMAS:Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas P2KBP3A Kabupaten Sorong, Frida Flora Gifelem  S.Sos, mengatakan,  setiap anak  di daerah ini berhak memperoleh perlindungan dari kekerasan.

Termasuk  diskriminasi serta bentuk-bentuk eksploitasi baik ekonomi, seksual, penelantaran, ketidakadilan dan perlakuan salah terhadap anak.

Hal ini  disampaikan  Frida Gafilem  usai  sosialisasi pembahasan Kebijakan Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Lingkungan Masyarakat Kabupaten Sorong , yang berlangsung di Hotel Aquarius  Aimas Rabu  (11/12/2019).

Menurut  Frida,  Pasal 72 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mengamanatkan masyarakat dan lembaga pendidikan untuk berperan dalam perlindungan anak. Termasuk,  melakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungannya.

 “Di masyarkat dan lembaga pendidikan di daerah ini masih banyak anak yang mengalami kekerasan fisik maupun psikis yang  tinggi. Sehingga, diperlukan upaya untuk melakukan pencegahan terjadinya kekerasan terhadap anak” tegasnya.

Karena itu,  Dinas Pengendalian  Penduduk Keluarga Berencana  Pemberdayaan Perempuan  dan  Perlindungan Anak  (P2KBP3A),  menggelar  Sosialisasi Pencegahan  Kekerasan  Terhadap Anak.

Sosialisasi ini, menurutnya, diikuti oleh  para  kepala OPD, pendidik, tokoh agama, anak-anak sekolah, pihak kepolisian dan instansi terkait.

Terkait pembicara, selain dari pemerintah daerah tapi juga dari pihak kepolisian sehingga peserta dapat memahami  cara  pencegahan kekerasan terhadap anak.

 “Kepada orang tua diimbau agar memberikan pemahaman terhadap anak  tentang bahaya  pergaulan bebas. Juga, bagaimana bergaul dengan  teman yang  bisa  memberikan  kenyamanan  dalam berinteraksi,”kata  Frida Gifelem.  

Untuk mengatasi kekerasan terhadap anak di lingkungan masyarakat dan lembaga pendidikan menurutnya,  bahwa anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru.

Termasuk,  pengelola sekolah atau teman-temannya di dalam sekolah yang bersangkutan, atau lembaga pendidikan lainnya yang sering kurang melindungi anak.

Pasalnya, pencegahan kekerasan terhadap anak menjadi tanggung jawab semua pihak untuk mengimplementasikannya, dalam aktifitas keseharian.

Sosialisasi  yang berlangsung selama sehari bertujuan untuk memfinalisasi draf “Kebijakan Panduan Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak. Khususnya,  di Lingkungan Keluarga, Masyarakat, dan Lembaga Pendidikan ***.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto