logo

SEA Games 2019: Kenangan Manis Itu Tak Terulang Lagi

SEA Games 2019: Kenangan Manis Itu Tak Terulang Lagi

11 Desember 2019 01:17 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - MANILA: Ketika berangkat ke SEA Games XXX/2019 Filpina, ada kenangan manis yang membayang kembali. Apalagi kalau bukan prestasi indah tahun 1991 ketika Indonesia mampu juara umum dengan hiasan medali emas sepak bola di negara itu. Namun kali ini kenangan itu tak terulang lagi.

Secara keseluruhan, Indonesia yang datang ke pesta tahun ini bukan lagi sebagai raksasa olahraga Asia Tenggara memang tidak mentargetkan juara umum. Hanya ada target masuk dua besar seperti yang diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo ketika melepas Kontingen Merah Putih. Namun target itu belum berhasil digapai karena Indonesia hanya menempati posisi ke-empat dengan raihan total medali 72 emas, 84 perak dan 110 perunggu.

Berarti, satu kenangan manis lepas. Sudah tidak juara umum, peringkat dua pun belum berhasil di pijak. Meskipun masih mampu menghibur diri, posisi keempat sudah naik dari peringkat lima yang diraih dalam dua SEA Games sebelumnya di Singapura 2015 dan Malaysia 2017 serta juga ketika untuk pertama kalinya terlempar ke posisi lima tahun 2005 di Filipina.

Kenangan manis dan indah lainnya yang lepas di Filipina kali ini tentunya merebut emas sepakbola seperti yang dicatat tahun 1991 saat Indonesia berjaya dengan mengalahkan Thailand lewat adu penalti di final. Tahun ini sepakbola Indonesia sempat menjanjikan harapan untuk mengulang kenangan manis itu. Pasukan Garuda Muda mampu tampil mengesankan hingga melaju ke final.

Namun di partai puncak secara mengejutkan Indonesia dikalahkan dengan skor cukup besar 3-0 oleh Vietnam, Selasa (10/12/2019). Tim nasional sepakbola Indonesia pun gagal merebut emas sehingga memperpanjang paceklik yang menimpa sejak SEA Games 1993. Sebaliknya Vietnam yang berpesta karena inilah untuk pertama kalinya negara itu merebut emas sejak Vietnam Utara dan Selatan bersatu. Bahkan kali ini mampu mengawinkan emas sepakbola putra dan putri.

Dengan tambahan emas dari sepakbola itu, Vietnam memantapkan diri menempati peringkat dua klasemen. Vietnam secara total mengumpulkan 97 – 85 – 105. Unggul atas Thailand yang berada di posisi tiga dengan 92 – 102 – 123. Baru kemudian Indonesia berada di posisi keempat. Selanjutnya diikuti oleh Malaysia, Singapura, Myanmar, Kamboja, Brunei Darussalam, Laos dan Timor Leste.

Gelar juara umum menjadi milik Filipina. Tuan rumah yang tampil dominan sejak hari pertama akhirnya mampu menobatkan diri sebagai negara satu-satunya yang merebut emas di atas 100 keping. Filipina berjaya dengan 148 – 117 – 118.

Bagi Vietnam, keberhasilan merebut posisi kedua ditambah hiasan emas sepakbola merupakan modal kuat dan dorongan besar untuk meraih prestasi terbaik saat menjadi tuan rumah dua tahun lagi di Hanoi. Kini Vietnam sudah menjadi kekuatan yang diperhitungkan di olahraga Asia Tenggara. Saat belum diperhitungkan saja ketika menjadi tuan rumah SEA Games untuk pertama kalinya tahun 2003, Vietnam mampu merebut juara umum. Apalagi nanti setelah kekuatannya makin solid.

Bagi Indonesia, tidak ada pilihan lain kecuali harus tambah kerja keras lagi agar dua tahun lagi tidak hanya tetap berkutat di posisi empat. Atau malah justru kembali ke posisi terburuk di urutan lima. Jangan sampai untuk menetapkan target saja penuh keraguan. Bagaimana bisa melangkah dengan pasti. Hanoi telah menantang. ***

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH