logo

Lagi Terpidana Buron Diringkus Tim Intelijen Kejagung Dan Jajarannya

Lagi Terpidana Buron Diringkus Tim Intelijen Kejagung Dan Jajarannya

Kejaksaan Agung
09 Desember 2019 20:05 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama tim intelijen kejaksaan tinggi dan kejaksaan negeri tiada hentinya memburu buronan. Para penjahat yang melarikan diri itu pun ditangkap satu persatu begitu keluar dari tempat persembunyiannya.

Berkat keintensifan berburu itu pula, Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dapat mengamankan dan menangkap terpidana Dr H Buhari Matta SE MSi. Dia merupakan pelaku kejahatan yang berasal dari wilayah hukum Kejaksaan Negeri Kolaka, pada Sabtu (07/12/2109) di Kabupaten Soppeng,Sulawesi Selatan.

Dalam press release yang dikirimkan Puspenkum Kejaksaan Agung, Senin (9/12/2019), terpidana Buhari yang lahir di Soppeng merupakan mantan Bupati Kolaka. Dia tersangkut perkara tindak pidana korupsi pada Pemerintah Kabupaten Kolaka (Sulawesi Tenggara) dalam jual beli Nikel Kadar Rendah antara Pemkab.Kolaka dengan PT Kolaka Mining Internasional yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp24.183.310.529.

Perburuan terhadap terpidana ini didasarkan pada putusan Kasasi Mahkamah Agung RI.Nomor : 755 K / Pid.Sus / 2014 tanggal 25 Maret 2015. Dalam putusan tersebut dinyatakan terpidana Buhari telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Korupsi secara bersama-sama” sebagaimana pasal 2 ayat (1) UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. UU.No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi dengan vonis selama 4 (empat) tahun 6 (enam) bulan penjara dan pidana denda Rp500.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan.

Terpidana kumudian dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar untuk menjalani masa hukumannya yang sempat “ditinggalkannya”.

 

Editor : Azhari Nasution