logo

Iwan Sunito Merasa Bermimpi Jadi Pengembang Terbesar Di Australa

Iwan Sunito Merasa Bermimpi Jadi Pengembang Terbesar Di Australa

Salah satu hunian Crown Group
09 Desember 2019 19:41 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Pria kelahiran Surabaya, Iwan Sunito selaku pendiri Crown Group yang merupakan perusahaan pengembang hunian swasta terbesar di Sydney, merasa seperti bermimpi telah membangun 22 proyek hunian yang banyak diminati di Negeri Kanguru tersebut. Kerjasama dengan arsitek-arsitek terbaik di Australia itu telah menghasilkan desain hunian cantik dan artistik yang diminati banyak kalangan.

Menurut CEO Crown Group, Iwan Sunito, saat ini masih ada 2 proyek hunian yang sedang dalam proses pembangunan, yaitu Mastery by Crown Group dan Eastlakes Live by Crown Group, belum termasuk 3 proyek lagi yang masih dalam tahap perencanaan di Melbourne, Brisbane dan Los Angeles. "Kami mengalami pertumbuhan luar biasa dalam 5 tahun terkahir, dengan nilai proyek yang telah diselesaikan mencapai Rp18 triliun," ujarnya, Senin (9/12/2019).

Saat ini, kata dia, ada lebih dari 35 penghargaan berskala nasional dan internasional dari proyek-proyek hunian yang dia  bangun. Berbeda dengan perusahaan pengembang lain, pihaknya  yang sejak awal menawarkan industri hunian vertikal itu selalu menggunakan kualitas pengerjaan dan fasilitas resor bintang lima.

Pihaknya mengaku mengandalkan arsitek terkemuka. Salah satunya, Koichi Takada yang merupakan arsitek pemenang penghargaan yang telah mendesain 3 proyek hunian vertikal mereka seperti Skye by Crown Group, Arc by Crown Group dan Infinity by Crown Group. Ada juga SJB architects yang mendesain Waterfall by Crown Group dan Allen Jack and Cottier yang merancang V by Crown Group.

Demikian pula dengan Kengo Kuma yang merupakan Dewa Arsitek dari Jepang yang mendesain proyek terbaru mereka, Mastery by Crown Group. Semua proyek tersebut berhasil menggondol penghargaan bergengsi.

Sunito sendiri berharap, desain hunian pada poyeknya mencerminkan maha karya seni dengan garis modern, yang membuat setiap penghuninya bangga dengan tempat tinggal mereka. "Ini merupakan sebuah realisasi dari idealisme kami di Crown Group,” ujarnya.

Dia mengakui, banyak pihak yang mempertanyakan tentang harga huniannya yang sedikit lebih tinggi dibanding kompetitor. Sunito sendiri berprinsip bahwa karya seni tidak bisa dinilai dengan uang.

Akhirnya, kata dia, semua konsistensi tersebut terbayarkan dengan semakin dikenalnya Crown Group sebagai perusahaan pengembang global yang berbasis di Sydney, Australia. “Sebuah pencapaian yang tidak mudah, terutama bagi kami yang dilahirkan di Surabaya dan Bali, untuk bisa berkompetisi di negeri orang,” ujarnya.***