logo

IDAI: Pemberian ASI Bisa Cegah Pneumonia Pada Bayi

  IDAI: Pemberian ASI Bisa Cegah Pneumonia Pada Bayi

Anggota IDAI, dr Dini Adityarini
08 Desember 2019 18:49 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menghimbau para ibu untuk memberikan air susu ibu (ASI) kepada bayinya hingga usia dua tahun. Mereka mengklaim hanya dengan cara itu, para bayi akan selamat dari beragam penyakit yang berasal dari bakteri mematikan terutama pneumonia (radang paru akut).

Menurut Anggota IDA, kasus kematian yang disebabkan pneumonia pada anak di bawah lima tahun di Indonesia mencapai mencapai 147 ribu anak, pada 2015 lalu. "Sebanyak 17 persen kematian yang terjadi pada anak, diakibatkan oleh pneumonia ini," ujarnya di Surabaya, akhir pekan kemarin.

Di Jawa Timur sendiri, pneumonia menempati urutan kedua setelah Necrotizing Enterocolitis sebagai penyebab kematian bayi. Padahal sebetulnya, kata dia, ada pencegahan yang sangat efektif berupa pemberian ASI yang disebutnya sebagai nutrisi utama yang paling komplit untuk bayi.

Selain imunitas alami, pemberian ASI juga bisa menekan pengeluaran orang tua. Kewajiban pemberian vaksin pneumonia pada sebagian besar keluarga, tidak dilakukan karena harganya tergolong.

Sesuai ketentuan, vaksin pneumonia yang biayanya mencapai Rp700 ribu itu harus diberikan empat kali. Mulai dari bayi saat masih berusia dua bulan, empat bulan, enam bulan dan 15 bulan.

Dengan pemberian ASI eksklusif, setidaknya itu lebih baik dalam melindungi bayi dari penyakit selain vaksinasi. "ASI memberikan framing, memberikan dasar untuk imunitas pada bayi. Baik pada bayi sehat, maupun bayi sakit," ujarnya.

Pada bagian lain, Public Affairs Director PT Pfizer Indonesia, Bambang Chriswanto mengakui pemahaman masyarakat pada bahaya pneumonia masih sangat rendah. "Para bidan desa jug masih perlu diberi pemahaman tentang pentingnya mencegah pneumonia ini," ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, pihaknya terus berupaya mendukung kampanye dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya imunisasi itu. Pihaknya berharap, pemahaman yang benar terkait penyakit ini bakal menekan angka kematian bayi di tanah Air.***

Editor : Azhari Nasution