logo

Jeritan Malam, Menyeramkan Tapi Sarat Pesan Moral

Jeritan Malam, Menyeramkan Tapi Sarat Pesan Moral

08 Desember 2019 10:15 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Film bergenre horor memang cukup diminati masyarakat Indonesia. Terbukti banyak film-film horor yang mendulang sukses, seperti Pengabdi Setan (2017), Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur (2018), Danur: I Can See Ghosts (2017), Asih (2018) dan banyak lagi. Begitu juga film "Jeritan Malam" yang diharapkan mampu mendulang sukses dan menghadirkan banyak penonton.

"Siapa sih yang tak ingin untung. Kami pun ingin film ini bisa sukses dan menembus satu juta penonton. Karena kerja kami lumayan lama, hampir satu tahun dan mengeluarkan biaya yang cukup lumayan, Jadi kami pun ingin break even poin," kata Sutradara Rocky Soraya saat gala premiere film "Jeritan Malam" di Plaza Senayan Jakarta, Sabtu (7/12) malam.

Menurut Rocky film ini tergolong mahal biaya produksinya karena syutingnya real set, artinya harus mendatangi lokasi-lokasi langsung di luar kota. "Syuting real set lebih mahal karena harus syuting ke lokasi yang cukup jauh," kata Rocky.

Film "Jeritan Malam" diangkat dari kisah nyata yang sempat viral di situs komunitas Kaskus. Berawal dari Reza, yang baru diterima kerja di sebuah perusahaan. Ia harus tinggal di luar kota menempati sebuah mes perusahaan bersama dua orang temannya, Minto dan Indra yang sudah lebih dulu tinggal. Ada juga pak Dikin penjaga mes yang rumahnya di belakang mes. Di mes yang merupakan sebuah rumah tua inilah berbagai kejadian menyeramkan terjadi.

Dalam film yang ceritanya ditulis oleh Ade Prihatin ini penonton banyak disajikan sederet adegan menegangkan yang membuat bulu kuduk berdiri. Film ini memang pas bagi mereka penggemar film-film horor.

Film "Jeritan Malam" tak sekedar menampilkan tontonan menyeramkan, tetapi juga mengangkat budaya Kejawen yang ada di Indonesia. Kepercayaan pada benda-benda pusaka, jimat seperti keris dan kujang sudah menjadi bagian dari kehidupan budaya Jawa di masa lalu hingga saat ini.

Film ini juga tampak ingin menyampaikan pesan kepada anak muda milenial yang hidup dengan budaya modern agar tetap menghargai budaya dan kearifan lokal. Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Bukan soal percaya tidak percaya, tetapi soal bagaimana kita menghormati dan menghargai budaya dan tradisi sosial setempat. Sosok Reza digambarkan sebagai anak muda yang tidak bisa menghormati dan menghargai hal tersebut.

Sementara bapaknya Reza yang digambarkan sebagai seseorang yang kental dengan budaya Jawa diperankan Roy Marten. Sedangkan Cinta Laura berperan sebagai seorang gadis sunda Bogor. 

Cinta Laura yang hadir dalam gala premiere pun mengakui tidak mudah baginya untuk memerankan seorang gadis Bogor. "Bagi saya ini memang tantangan. Saya juga sering dicut saat syuting karena bahasa dan body language saya beda jauh dengan sosok gadis Bogor. Tapi akhirnya saya puas bisa menyelesaikan peran saya," kata Cinta Laura.

Selain Cinta Laura dan Roy Marten, film ini juga dibintangi Herjunot Ali sebagai tokoh sentral Reza. Selain itu ada Winky Wiryawan, Indra Brasco, Fuad Idris, D'Ratu, Silva Aprilia dan lain-lain.

Sebagai tontonan film ini layak mendapat apresiasi karena sarat dengan pesan moral, etika dan kritik sosial. Meskipun bagi sebagian orang adegan-adegan  seperti arwah manusia berkepala buntung, terutama sambil memegang kepalanya sendiri tak layak bila ditampilkan terlalu vulgar.

Bagaimana seramnya film "Jeritan Malam" ini? Saksikan saja dibioskop mulai  12-12-2019.

Film: Jeritan Malam
Persembahan: Soraya Intercine Film
Produser: Sunil Soraya
Sutradara : Rocky Soraya
Cerita: Ade Prihatin
Scrip: Donny Dhirgantoro dan Ferry Lesmana.
Bintang:  Herjunot Ali, Winky Wiryawan, Indra Brasco, Fuad Idris, D'Ratu, Roy Marten, Cinta Laura