logo

Vital Voices Festival Dorong Peluang Kerja Perempuan Dan Milenial Masuki Industri Perfileman

Vital Voices Festival Dorong Peluang Kerja Perempuan Dan Milenial Masuki Industri Perfileman

07 Desember 2019 23:53 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Perusahaan Umum Produksi Film Negara (PPFN) menggelar Vital Voices Festival atau Festival Perempuan dalam Film, Seni dan Budaya, berlangsung selama 8 hari, mulai hari ini, Sabtu 7-14 Desember 2019, dipusatkan di Gedoeng Jasindo, Kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Utara.

Vital Voices Festival dihelat masih dalam rangkaian hari jadi ke-74 PPFN yang jatuh pada tanggal 6 Oktober 2019 lalu, Dalam kaitan itu, perusahaan plat merah yang mengurusi perfileman nasional menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dan PT Pesonna Indonesia Jaya, anak perusahaan PT Pegadaian (Persero).

Menaker Ida Fauziah berkesempatan membuka pekan Vital Voices Festival pada hari pertama. Tema yang diusung dalam sinergi BUMN yakni “Ketika Perempuan Mengambil Peran”.

Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Indonesia Maju. Dra. Hj. Ida Fauziyah, M. Si mengapreasi inisiasi perempuan, khususnya yang berada di lingkungan BUMN untuk memfasilitasi peran dan ekspresi para pekerja kreatif dalam bidang film, seni dan budaya.

Kemenaker, kata Ida Fauziyah, juga akan mendorong Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah untuk membantu para pekerja di bidang kreatif tersebut berkembang dan maju secara bersama.

Menurutnya, karena masing-masing daerah memiliki potensi dan kekuatan berdasarkan kearifan lokalnya maka BLK di daerah juga disesuaikan pula dengan mayoritas passion masyarakatnya.

"Misal di BLK Provinsi Maluku akan kita perkuat penguatan seni musiknya karena masyarakat memang punya passion yang sama. Kita dorong untuk akses teknologi untuk pengembangan musik sehingga ke depan bisa menjadi bagian dari profesi masyarakat," ujar menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf yang diendors PKB ini.

Di tempat yang sama, Dirut Perum Perusahaan Film Negara (PFN) Judith Jubilina Dipodiputro mengatakan sejalan dengan Visi Indonesia 2019-2024 yang mengedepankan pembangunan SDM)m. Dalam moment ini juga digelar berbagai sesi diskusi yang menghadirkan tokoh-tokoh perempuan untuk berbagi ilmu pengetahuan, keterampilan, kiat, dan pengalaman menghadapi tantangan-tantangan dalam perannya sebagai perempuan pekerja, berprofesi, dan dalam kehidupan kesehariannya.

"Kita harapkan dari sesi-sesi ini, masyarakat akan mendapatkan pengetahuan tentang lapangan pekerjaan dan usaha yang ada dalam industri film, seni, dan budaya,"ujar Judith.

Pembicara yang akan hadir dalam sesi diskusi antara lain: Wilza Lubis (Produser Film Mama Mama Jagoan), Ilham Acho Bachtiar (Film Mentari dari Ufuk Timur), serta Marcella Zalianty dan Olga Lidya (Film Recto Verso).

Judith menyebut beberapa Direksi BUMN juga akan berbicara terkait topik-topik khususnya sektor yang mereka geluti, antara lain: Della Mifti (Manager Operasional The Gade Coffee & Gold, PT. Pesonna Indonesia Jaya) dan Meynar Sihombing (Founder Micro Centre), Handriani Tjatur Setijowati (Dirut Pos Property) dan Putri Dianita Ruswaldi (Head of Corporate Communication LinkAja), Dwina Septiani Wijaya (Dirut Peruri) dan Rina Trisnawati (Founder Tintinchips), Indyruwani Asikin Natanegara (Sarinah), Evi Aryati Arbay (Direktur Indonesia Tripadvisor.com),

Selain itu Sandra Winarsa (Program Development Manager Green Energy Hivos SEA), Dewi Aryani Suzana (Direktur SDM & Umum Jasa Rahardja) dan Laksmi Prasvita (Bayer Indonesia), Anna Kunti Pratiwi (Direktur Komersial Perumnas), serta Handayani (Direktur Konsumer BRI), Ninis Kesuma Adriani (Pegadaian) dan Hety A. Nurcahyarini (Partnership Manager of Filantropi Indonesia), Adi Sulistyowati (Direktur Hubungan Kelembagaan BNI) dan Widya Listyowulan (Regional Program Head Innovation Dana Indonesia), Sari Suharso (Asuransi Jasindo) dan Nona Pooroe Utomo (Executive Director of Learning Farm), Judith J. Dipodiputro (PFN), Renny Soviahani (Pesonna Indonesia Jaya).

"Sepanjang festival, setiap harinya akan diputar film yang selain merayakan prestasi perempuan dalam film, sesungguhnya merayakan prestasi perempuan dalam segala sektor. Pemilihan judul atau tema bertujuan mengapresiasi perjuangan perempuan di semua lapisan masyarakat dan pada segala usia,"urai Judith. 

Film-film yang akan diputar selama Festival ini berlangsung, yaitu Kuambil Lagi Hatiku, Mentari di Ufuk Timur, Rectoverso, Kartini, Rumput Tetangga, 3 Srikandi, Rumah di Seribu Ombak, Susi Susanti, Mama Mama Jagoan dan koleksi film dari Viu.

Selain Vital Voices talk show dan pemutaran film-film nasional, festival juga akan dimeriahkan dengan pameran dari PT Asuransi Jasindo juga pameran rencana Produksi Film PFN 2019-2023,

Selain juga perlu dilangsungkan workshop atau pelatihan yang terbuka bagi umum secara cuma-, antara lain workshop terkait pengurangan sampah (less waste) dan upaya pengurangan penggunaan plastik (single used plastic), serta cara mengolah sampah organik yang akan dibawakan oleh tim Demi Bumi sebagai salah satu aktivis pegiat less waste.

Selain itu, akan diadakan juga demonstrasi seni Furoshiki, yaitu seni mengkreasikan sebuah kain yang dapat difungsikan untuk berbagai kebutuhan dan dapat menggantikan peran kantong plastik.

Bagi keluarga, akan diadakan pelatihan ecokids yang akan dibawakan oleh anak dan diperuntukkan bagi anak dengan berbagi pengalaman tentang cara menerapkan gaya hidup hemat sampah/less waste

Bagi peminat teknologi pengolahan kopi, akan diadakan coffee cupping oleh The Gade Coffee & Gold dari senior Barista sekaligus Manajer Operasional The Gade Coffee & Gold dengan achievement 1st Place Brewers Championship dan EJ Coffee Show 2017 SCA (Specialty Coffee Association of America.Europe) Barista Certified.

Dan festival akan ditutup pada 14 Desember,dengan diputarnya film Kartini***

Editor : Azhari Nasution