logo

Mendes PDTT: Saya Ingin Perbanyak Desa Surga

Mendes PDTT:  Saya Ingin Perbanyak Desa Surga

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar.(foto,ist)
06 Desember 2019 23:27 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - LAMONGAN: Terkesan dengan keberagaman dan kerukunan antar umat beragama di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengemukakan, desa yang juga dikenal dengan sebutan Desa Pancasila tersebut sangat cocok dijadikan prototipe desa surga.

“Jenis-jenis desa surga saya temukan di Lamongan, tepatnya Desa Balun,” ujarnya saat berdialog dengan sejumlah tokoh agama dan masyarakat di Desa Balun, Turi, Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Jumat (6/12/2019)).

Kerukunan antar umat beragama di Desa Balun, ujarnya, mencerminkan tingginya tingkat keshalihan sosial masyarakatnya. Hubungan sosial yang baik tersebut, lanjutnya, akan berdampak pada tingginya tingkat kenyamanan masyarakat untuk tetap tinggal dan bertahan di desa.

Menurutnya, kenyamanan adalah salah satu kunci telah terciptanya desa surga. “Kalau mau tahu Indonesia, nggak usah jauh-jauh. Datang saja ke Desa Balun, inilah Indonesia yang sebenarnya. Guyub, rukun, semua agama bisa menjalankan ibadah senyaman-nyamannya,” tutur dia.

Kerukunan antar umat beragama di Desa Balun memang telah menjadi warisan nenek moyang. Meski demikian, Halim meyakinkan bahwa upaya nenek moyang dalam memberikan kenyamanan bagi keberagaman masyarakat desa tersebut tidak dapat ditiru oleh masyarakat desa saat ini.

Dia justru mengajak masyarakat milenial untuk menciptakan desa surga seperti yang dilakukan nenek moyang Desa Balun. "Tadi Bupati bilang sejak nenek moyang, memang sulit ditiru, tapi bukan berarti tidak bisa. Sulit ditiru iya, tapi bukan berarti tidak bisa. Kalau dulu nenek moyang bisa, kenapa kita tidak bisa," ujarnya.

Kalau dirintis hari ini, kemudian dirasakan anak cucu seratus tahun akan datang, maka ini akan menjadi legacy (warisan) nenek moyang yang saat ini milenial. Dia menerangkan, desa surga adalah desa yang telah mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya.

Tidak hanya itu, desa surga juga memberikan kenyamanan, kesejukan, keamanan, dan ketentraman. Sehingga, masyarakat betah untuk tetap tinggal di desa. “Saya ingin memperbanyak desa surga. Desa surga itu semua untuk warga. Desa surga, jadi kalau warganya sejahtera, pembangunannya untuk warga, ada sesuatu yang lain ya untuk warga,” terangnya.

Di sisi lain, dia juga menyatakan akan serius dalam menangani permasalahan stunting. Menurutnya, persoalan stunting telah menjadi program nasional yang dikeroyok oleh kementerian/ lembaga dan pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Lamongan sendiri, menurutnya, telah melakukan penanganan stunting dengan baik. “Pak Presiden menargetkan di akhir kepemimpinan beliau, kalau bisa semaksimal mungkin diturunkan sampai 17 persen, posisi hari ini 28 (persen). Kita upayakan, kita mulai dari Lamongan, akan saya deklarasikan berangkat dari Lamongan kita turunkan stunting sampai 17 persen,” ungkapnya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH