logo

Ali Wongso Inginkan SOKSI Bersatu Untuk Golkar Dan Bangsa

Ali Wongso Inginkan SOKSI Bersatu Untuk Golkar Dan Bangsa

Ketum Depinas SOKSI Ali Wongso Sinaga mendukung penuh kepemimpinan Ketum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto Periode 2019-2024
05 Desember 2019 23:57 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Paska Airlangga Hartarto lanjut sebagai Ketua Umum Golkar pasca Munas X Partai Golkar yang berlangsung di Jakarta, SOKSI selaku salah satu Ormas Pendiri Golkar diharapkan bisa bersatu kembali agar ke depan dapat memberikan kontribusi kekaryaan yang optimal bagi kemajuan Partai Golkar dan Bangsa Indonesia ke depan,.

Penegasan itu disampaikan Ketum Depinas SOKSI, Ali Wongso Sinaga menjawab pertanyaan media seusai penetapan Airlangga Hartarto kembali jadi Nahkoda Partai Golkar, di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).

Politisi senior Golkar ini merespon sehubungan dengan munculnya dua pandangan umum SOKSI dalam sidang paripurna di arena Munas X Partai Golkar. Yakni saat pandangan umum oleh SOKSI yang disampaikan langsung oleh Ali Wongso selaku Ketum SOKSI dan kemudian setelah itu adalah pandangan umum oleh Lawrence Siburian mewakili Ade Komarudin (Akom).

Senada dengan Ketum Ali Wongso Sinaga, Minadi Pujaya sebagai Bendahara Umum SOKSI menambahkan, ada tiga faktor penting sekarang ini yang membuka peluang penyatuan kembali SOKSI jauh lebih kondusif paska Munas Partai Golkar.

"Pertama, kepemimpinan Golkar tetap ditangan Pak Airlangga yang kami yakini "bijak" dan "bertangan dingin" niscaya akan membuat iklim "sejuk" bagi SOKSI sebagai 'plasma'-nya Golkar. Kedua, adanya perkembangan penegakan kepastian hukum baru-baru ini dalam 'legal standing" SOKSI oleh Pemerintah. Ketiga, hubungan 'silaturahmi' yang tetap terjalin selama ini khususnya antara Pak Ali Wongso yang tak lain adalah Ketum SOKSI dengan Pak Bobby Suhardiman yang sejak 2010 'memprotek' Pak Akom. Pak Bobby maupun Pak Ali Wongso, adalah sama-sama anak ideolog mendiang Pak Suhardiman yang sama-sama mewarisi peran sejarah Pendiri SOKSI. Meskipun Pak Ali Wongso bukan 'anak biologis' Pak Suhardiman, tetapi 'anak ideologis' yang sudah dibuktikannya seperti mengukuhkan nama Suhardiman sebagai Pendiri SOKSI di dalam Pembukaan AD/ART SOKSI hasil Munas X SOKSI pada 2017. Jika kedua tokoh ini bersatu serta bersinergi, niscaya akan menyelesaikan banyak masalah dan SOKSI akan bisa berperan lebih besar bagi Golkar dan bangsa,"urai Minadi Pujaya.

Lebih lanjut Bendum Minadi mengharapkan Ikhtiar dan niat baik Ketum Ali Wongso dan semua para kader SOKSI dapat segera terwujud. Menyinggung latar belakang terjadinya dualisme SOKSI,

Erwin Ricardo selaku Waketum SOKSI mengingatkan story pahit yang menimpa organisasi yang mendirikan Golkar ini ketika ada pihak-pihak yang tidak menginginkan SOKSI kuat, besar dan solid ini.

"Sudah menjadi pengetahuan publik yang tak bisa dipungkiri siapapun, dalam Munas IX tahun 2010 ada 'rekayasa kericuhan' oleh pihak tertentu yang membuat SOKSI terpecah antara SOKSI Pimpinan Rusli Zainal (RZ) hasil Munas IX pasca 'kericuhan' disatu pihak dan SOKSI Pimpinan Ade Komaruddin (Akom) hasil 'penunjukan' di pihak lainnya. Dan upaya rekonsiliasi dan penyatuan SOKSI ini sudah pernah diupayakan melalui "Munas Bersama" yang penyelenggaraannya dipimpin Bapak Oetojo Oesman dengan dimediasi oleh DPP Partai Golkar namun pihak Akom tak bersedia. 'Munas Bersama' itu tetap berjalan diatas kesepakatan bersama dengan DPP Partai Golkar, lalu Ali Wongso terpilih menjadi Ketua Umum Depinas SOKSI menggantikan Rusli Zainal,"ungkap Erwin Ricardo.

Suksesnya Munas X Partai Golkar 2019 ini, lanjut Erwin yang juga tokoh senior Beringin ini diharapkan berdampak positif bagi SOKSI.

"Kami semua seiring sejalan dengan Ketum Ali Wongso, agar dualisme yang sudah berlangsung hampir 10 tahun ini dapat segera berakhir dengan mengedepankan semangat kekeluargaan dan aspek 'legal standing' SOKSI yang diakui Pemerintah. Jikalau ada yang masih tak mau bersatu, kami meminta kepada Ketum Ali Wongso untuk ditinggalkan saja mereka yang tak mau sebab kita mesti maju terus berkarya untuk Golkar dan Bangsa," tegas Erwin yang juga Plt Ketua Depidar SOKSI DKI Jakarta ini.

Menjawab pertanyaan media tentang prospek Beringin pasca Munas X Partai Golkar dalam agenda-agenda polituk ke depan, Ketum SOKSI, Ali Wongso Sinaga tetap bersyukur Munas Golkar sudah selesai dengan proses yang demokratis dan konstitusional.

"Munas telah memutuskan Pak Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum terpilih secara aklamasi melalui dan itu merupakan harapan Trikarya, yakni ormas pendiri Golkar bersama seluruh DPD Provinsi dan Kabupaten/Kota serta DPP Partai Golkar selaku pemilik suara sah dalam perhelatan Munas ini. SOKSI percaya pada kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto membangun 'teamwork" DPP yang solid, kuat dan efektif disertai strategi program yang kuat untuk membuat sejarah 'trace baru' dan 'kebangkitan kembali' Partai Golkar menuju kemenangan Pemilu 2024 untuk melanjutkan Visi Indonesia Maju ke depan dan selaras dengan Pembukaan UUD 1945," jelas mantan Legislator Senayan dan Ketua DPP di tiga Ketum yang berbeda ini***