logo

Cut The Crab Angkat Kebudayaan Nasional Dengan Cara Menyantap Seafood

Cut The Crab Angkat Kebudayaan Nasional Dengan Cara Menyantap Seafood

Istimewa
05 Desember 2019 21:10 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA : Indonesia adalah negara kepulauan. Luas lautnya lebih jika dibandingkan daratan. Jadi secara otomatis berbagai jenis makanan laut (seafood) tersedia berlimpah di negeri ini.

Helmi, Operating Manager Cut The Crab, Jalan Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mengatakan masyarakat Indonesia dikenal dengan keramahan dan kebersamaannya dalam berkehidupan sosialnya.

“Orang Indonesia sangat senang melakukan apa pun bersama-sama, melibatkan banyak orang, seperti nonton, jalan-jalan. Rasanya jadi lebih seru kalau beramai-ramai,” ucap Helmi di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Begitu pun dalam hal menyantap makanan, masyarakat Indonesia juga senang beramai-ramai menikmatinya dengan keluarga atau teman-teman yang jumlahnya cukup banyak.

“Selain beramai-ramai, cara menyantapnya pun out of the box. Jadi terasa lebih seru,” ujar Helmi.

Nah, untuk memenuhi hasrat dan keinginan masyarakat dalam cara menyantap itu, Cut the Crab memberikan solusi.

Helmi pun mencontohkan salah satu keunikan masyarakat Indonesia dalam menyantap makanan yaitu di atas daun.

“Ini tradisi masyarakat di Jawa Barat dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia. Makannya tidak beralaskan piring, tapi alasnya daun tanpa sendok atau garpu mengambil makanannya,” tuturnya.

Di Cut the Crab, lanjut Helmi, pelanggan yang datang disajikan berbagai jenis makanan seafood seperti kepiting, lobster, udang, kerang, ikan dan lainnya yang disajikan tanpa beralaskan piring atau sejenisnya.

“Seafood yang kami sajikan dihamparkan di kertas putih khusus. Makannya langsung menggunakan tangan, terasa lebih asyik disantapnya beramai-ramai,” katanya.

Berbagai sajian khas seafood ini pun disesuaikan dengan selera masyarakat dengan berbagai pilihan bumbu, di antaranya blackpepper, sour and salt, garlic butter hingga saus sambal.

“Masyarakat juga dapat request jika menginginkan saus tradisional, misalnya saus padang, super pedas, medium, atau tidak pedas,” jelas Helmi.

Helmi menyatakan, apa yang disajikan pihaknya ini merupakan bagian dari upaya melestarikan kebudayaan nasional dan mendukung program pemerintah meningkatkan budaya menyantap makanan laut.

Dijamin Terbebas dari Zat Beracun
Helmi menyebutkan, seluruh seafood yang disajikan oleh pihaknya dijamin dari zat beracun yang membahayakan tubuh manusia. Katanya, seluruh seafood yang disediakan didatangkan dari Pulau Jawa yang kondisi alamnya masih terjaga dengan sangat baik.

“Kepiting di atas 1 sampai 2 Kg, bahkan bisa lebih disuplai dari Raja Ampat, Papua, di bawah itu disuplai dari Kendari, Sulawesi Utara. Begitu juga dengan seafood lainnya,” ungkap Helmi.

Dipilihnya luar pulau Jawa semata-mata hanya ingin memberikan jaminan kepada pelanggan sajian yang segar dan bergizi.

Dia berharap, ke depannya perairan di Pulau Jawa, pada khususnya Jakarta terbebas dari pencemaran. Dengan begitu hewan-hewan yang ada di dalamnya akan layak di makan.