logo

Sandiaga Uno Meyakini Lulusan STEI Kompeten Dibutuhkan Dunia Industri

Sandiaga Uno Meyakini Lulusan STEI Kompeten Dibutuhkan Dunia Industri

Cawapres Pilpres 2019 yang juga pengusaha sukses, Sandiaga Uno sebagai keynote speaker Wisuda ke 47 STEI bersama Ketua STEI Drs.Ridwan Maronrong. M.Sc dan Ketua Yayasan Pendidikan Fatahilah Jakarta (YPFJ) H. Agustian Burda, BSBA., MBA
03 Desember 2019 23:31 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Revolusi Industri 4.0 sebagai sebuah keniscayaan menjadi tantangan tersendiri bagi dunia kampus di Indonesia. Karena itu, akademisi maupun pengelola Perguruan Tinggi harus cepat merespon dan beradaptasi dengan langkah kreatif dan inovatif di era digital tersebut.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) Drs Ridwan Maronrong MSc menegaskan komitmen dan kesiapan Perguruan Tinggi yang kini telah berusia 50 tahun tersebut memasuki era distrupsi ini, pada wisuda ke 47, STEI yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) , Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).

Hadir pada Wisuda STEI diantaranya Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi (Aptisi Pusat) Prof Dr Ir H. M. Budi Djadmiko, M.Si., MEI., Plt Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi wilayah 3 DKI Jakarta Dr M. Samsuri SPd., MT., Dewan Komisioner, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) H Muhammad Zubair, etua Dewan Pembina JPFJ Dr Irvan Noermansyah MA Anggota Dewan Pembina JPFJ, Chairuman Kamal, MA, Lc, dan Ketua Yayasan Pendidikan Fatahillah Jakarta, Agustian Burdah, BsBA. MBA.

Sebanyak 956 lulusan STEI untuk Tahun Akademik 2018-2019 terdiri dari berbagai program studi (Prodi) telah dilepas untuk mendedikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah kepada masyarakat.

Sedangkan wisudawan terbanyak dari program Strata Satu (S-1) Akuntansi sebanyak 534 lulusan. Prodi Akuntansi menjadi salah satu bidang yang paling difavoritkan di kampus yang terletak di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur ini.

“Sebanyak 956 lulusan dari beberapa Prodi dengan perincian S-2 Magister Akuntansi sebanyak 40 orang. S-2 Magister Managemen berjumlah 14 lulusan, S-1 Akuntansi sebanyak berjumlah 534 lulusan. S-1 Managemen sebanyak 311 lulusan, D-3 Akuntansi berjumlah 37 lulusan dan D-3 Managemen Perdagangan berjumlah 20 lulusan.” ujar Ridwan Maronrong didampingi Wakil Ketua IV, Drs. Jusuf Haryanto, M. Sc saat konferensi pers setelah Wisuda STEI di JCC, Jakarta.

Ridwan menyebut seluruh Prodi telah terakreditasi dari BAN PT, dengan peringkat yang cukup membanggakan yaitu Prodi S1 Akuntansi dan S 1 Managemen telah terakreditasi dengan peringkat A. Hingga saat ini STEI telah mewisuda 29.485 lulusan yang tersebar dan para alumninya telah berkiprah di berbagai bidang di government, swasta dan BUMN bahkan di lembaga tinggi negara, seperti Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo.

Lebih lanjut Ketua STEI Ridwan Maronrong mengatakan untuk mencetak lulusan yang bisa beradaptasi dengan Industri 4.0, maka STEI menggandeng ekosistem digital yang terkait dengan industri sehingga ada link and match antara dunia pendidikan dan industri.

Bahkan pihaknya menggandeng mitra kerja sama dalam STEI Indonesia Career Center.

”Kami juga bekerja sama dengan perusahaan swasta dalam dan luar negeri, supaya lulusan STEI siap kerja dan memang dibutuhkan kompetensinya,” kata Ridwan.

STEI juga membekali lulusannya dengan sertifikat pendamping ijazah, sesuai program studi atau jurusan yang diambil dan diperkuat dengan kemampuan TOEFL.

"Untuk memenuhi kebutuhan pasar dan industri manajemen yang berbasis digital, pada tahun ajaran 2020/2021, STEI membuka program baru yakni Manajemen Bisnis Digital," ungkapnya.

Untuk meningkatkan daya saing lulusan dan adaotif terhadap perkembangan teknologi digital, pihaknya telah melakukan beberapa langkah strategis. Diantaranya, di bidang pendidikan dan pembelajaran dengan melakukan penyempurnaan kurikulum.

“Agar dapat menyesuaikan dengan arah perkembangan teknologi dan digitalisasi, kurikulum, Prodi Akuntansi dan Manajemen konvensional akan disempurnakan dengan menambah muatan mata kuliah, yakni teknologi digital,” jelasnya.

Langkah berikutnya, kata Ridwan, dengan membuka program S1 Management Bisnis Digital pada tahun ajaran baru 2020/2021.

"Program ini berbeda dengan konsentrasi yang ada pada Prodi S1 Manajemen karena muatan mata kuliah bisnis digital dalam kurikulumnya mencapai 30% dari total SKS, dan kurikulum manajemen konvensional,"urai Ridwan.

STEI juga terus memperkuat kompetensi mahasiswa melalui program sertifikasi yang akan dicantumkan dalam surat keterangan pendamping ijazah. Misalnya, Program Sertifikasi Microsoft Office dengan penguasaan Excel yang lebih advanced.

Ketua IV STEI, Jusuf Haryanto menambahkan, kedepannya, STEI mentargetkan akan membuka kelas internasional dimulai dengan perkuliahan dengan pengantar bahasa Inggris sehingga akan sangat menbantu mahasiswa beradaptasi dengan kebutuhan lingkungan saat nanti mereka bekerja di masyarakat.

"Kami juga terus melakukan pengembangan dan meningkatkan program magang mahasiswa, sekaligus untuk mendukung Link and Match dari pemerintah yang dilaksanakan dengan menggandeng 16 BUMN,"ungkap Jusuf Haryanto.

Dalam kesempatan Wisuda STEI, pengusaha muda sukses, Sandiaga Salahudin Uno memberikan orasi ilmiahnya dihadapan Rapat Senat Terbuka STEI yang diikuti Civitas Akademik dan ratusan wisudawan.

Calon Wakil Presiden dalam Pemilu 2019 itu mengajak lulusan STEI untuk lebih aktif berperan bagi kemajuan bangsa dan masyarakat seperti menularkan virus-virus kebaikan mengisi pembangunan bangsa.

Orasi ilmiah yang disampaikan Sandi mendapatkan sambutan dan aplaus dari wisudawan dan orang tua yang hadir. Bahkan ada dua orang tua dari dua mahasiswa yang meninggal sebelum di wisuda dihadirkan dalam moment penting itu untuk mendapatkan ijazah, hasil studi putra-putrinya selama kuliah di STEI.

Sandi menginginkan momentum Bonus Demografi yang diperoleh Indonesia di tahun 2030 nanti tidak jadi petaka tetapi justru menjadi peluang berharga bagi kebangkitan anak-anak muda atau milenial untuk membuat kemajuan bagi bangsanya.

Dia memastikan 50% lebih generasi muda Indonesia ingin memiliki usaha sendiri. Para usia muda ini merupakan generasi entrepreneurship atau generasi wira usaha.

"Perwujudan gerak anak muda saat ini adalah lebih proaktif dan lebih produktif. Mereka merupakan generasi entrepreneurship yang akan membuka usaha secara mandiri," kata Sandi.

Dihadapan mahasiswa STEI, Sandi menitipkan dua pesan. Pertama, kenali diri sendiri. Kedua, identifikasi seluruh peluang yang ada di sekitar.

"Jangan mau hanya dijadikan pasar. Jadilah generasi produktif,  jadi generasi yang ikut menjadi pemain, bukan penonton," tegasnya.

Bos Saratoga Grup ini meyakini generasi muda Indonesia akan menjadi pemain dari kemajuan ekonomi Indonesia 20-25 tahun mendatang.

"Mereka merupakan generasi entrepreneurship yang siap membuka usaha secara mandiri. Jadi harus kita berikan kecukupan ilmu dan skill dengan lebih responsif dan adaptif terhadap perubahan zaman seperti perkembangan teknologi digital. Saya selalu sampaikan generasi kita ke depan harus generasi proaktif, generasi yang berani mengambil risiko, generasi yang berinovasi. Itu ciri-ciri yang membawa Indonesia cepat berubah, lebih maju ke depan," jelas mantan Wagub DKI Jakarta ini***