logo

Mendes PDTT Impikan Desa Surga

Mendes PDTT Impikan Desa Surga

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar bersama sejumlah wartawan.(foto,ist)
03 Desember 2019 21:33 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - DEPOK: Bak lagu Koes Plus yang berjudul Tanah Surga, itulah mimpi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar terhadap desa-desa di Indonesia.

Di hadapan sejumlah wartawan, dalam acara Media Gathering yang digelar Kemendes PDTT, di Depok, Jawa Barat, Senin (2/12/2019) malam, dia mengungkapkan cita-cita terbesarnya saat ini, yakni mewujudkan desa surga.

"Desa surga adalah cita-cita yang ingin saya wujudkan. Kita harap semakin banyak desa-desa surga, sehingga apa yang diilustrasikan Koes Plus dalam lagunya bisa terwujud," tutur dia.

Sebagai orang yang berasal dari desa, Mendes PDTT ingin desa menjadi tempat yang indah dan nyaman bagi masyarakat. Menurut di, jika masyarakat hidup di desa dengan nyaman dan tentram, maka tidak akan ada lagi masyarakat desa yang tertarik pindah ke kota.

Hal tersebut tentu akan berdampak besar pada pengurangan angka urbanisasi. "Desa surga itu di bayangan saya, desa yang ada keindahan, kenyamanan, warganya hidup tentram, kenyang, tidak tertarik untuk pindah-pindah ke kota. Bisa menahan urbanisasi," ujarnya.

Mendes menjelaskan, desa surga yang ia maksud tidak semata-mata menjadi surga bagi desa itu sendiri, namun juga menjadi surga bagi desa-desa lain di sekitarnya. Diakuinya, untuk mewujudkan desa surga bukanlah hal yang mudah.

"Pada saatnya kita perlu bicara kawasan perdesaan. Yang kita lakukan pertama, pengawalan terhadap perencanaan penggunaan dana desa. Karena ini instrumen paling efektif dan efisien untuk mempercepat kenaikan kelas (desa). Kedua, pengawalan untuk sinergitas antar kementerian dan lembaga," paparnya. 

Menurut dia, sinergitas program antar kementerian/lembaga menjadi penting mengingat dana desa tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan. Dia berharap, sinergitas tersebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap percepatan pengentasan desa tertinggal.

Desa sendiri memiliki lima kategori yakni mulai dari desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, desa maju, hingga tingkat tertinggi yakni desa mandiri. "Kita ingin loncatan, misalnya dari desa sangat tertinggal langsung loncat ke desa berkembang, bukan hanya meningkat satu kelas menjadi desa tertinggal," tuturnya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH