logo

Pendidikan Usia Dini Atasi Diskriminasi Terhadap Penyandang Disabilitas

Pendidikan Usia Dini Atasi Diskriminasi Terhadap Penyandang Disabilitas

Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial (Kemensos) Grace Claudia P Batubara.(depan, jongkok).(foto,ist)
03 Desember 2019 10:42 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial (Kemensos) Grace Claudia P Batubara meyakini, pendidikan dini kepada anak menjadi kunci menghapus diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

Hal itu dikemukakannya, di sela-sela kunjungannya ke arena Pameran Hari Disabilitas Internasional 2019, di Plaza Barat Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2019).,

Diungkapkannyap, pendidikan usia dini dinilai ampuh menanamkan nilai positif kepada anak. "Sejak kecil perlu ditanamkan pandangan, bahwa penyandang disabilitas merupakan saudara yang sama hak dan tanggung jawabnya dengan kita," ujarnya.

Menurut dia, kalau sejak dini sudah tertanam pandangan yang baik, mudah-mudahan setelah dewasa tidak ada lagi diskriminasi. Grace P Batubara juga hadir dalam kapasitasnya mewakili Organisasi Aksi Solideritas Era - Kabinet Indonesia Maju (OASE - KIM) Bidang Sosial.

Dia tampak meninjau sejumlah booth dan berdialog dengan peserta pameran. Produk dan hasil kerajinan, yang dipamerkan merupakan hasil karya para penyandang disabilitas. Grace menyampaikan kekagumannya sebab di tengah keterbatasan, namun mereka mampu berkarya dengan sangat baik.

“Saya pernah berkunjung ke balai di Bali. Di sana ada kafe yang semua pengelolanya disabilitas. Tapi kafe itu mampu menarik banyak pelanggan. Artinya hasil karya mereka memang diakui masyarakat,” tuturnya.

Ke depan, istri Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara ini berharap, ruang kreasi dan partisipasi bagi penyandang disabilitas agar terus diperkuat. Seperti hasil karya para penyandang disabilitas di arena pameran ini, perlu dihubungkan dengan pasar lebih luas.

Sehingga, dalam jangka panjang bisa meningkatkan kemandirian ekonomi. "Memang ada sedikit kendala. Seperti tadi saya tanya ke beberapa stand, apakah sudah (dipasarkan secara) online ga? Kan sekarang ini jaman digital ya. Saya lihat banyak karya mereka yang bagus dan unik. Jadi kalau bisa dipasarkan dengan baik, pasti akan menambah pendapatan ekonomi mereka,” papar dia.

Selain itu, Grace juga minta semua pihak mendukung upaya pemerintah, yang tengah gencar mendorong Indonesia inklusif bagi penyandang disabilitas. Salah satunya terkait kesetaraan dalam meraih peluang kerja.

“Saya harap baik instansi pemerintah maupun swasta bisa memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk bekerja. Kalau tidak salah, untuk perusahaan swasta kan ditetapkan sampai 1 persen. Sementara pemerintah kan 2 persen. Saya kira ini perlu diwujudkan,” terangnya.

Grace hadir didampingi Oom Komariah Edy Suharto dan Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Margowiyono, serta anggota Dharma Wanita Persatuan Kemensos RI. Pada pameran ini, total terdapat 60 booth terdiri dari 26 booth outsources , 6 booth dari perbankan yang melibatkan penyandang disablitas sebagai karyawan, 16 booth UPT balai sabilitas.

Juga booth Kementerian Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja, Direktorat Imigrasi, dan perusahaan yang mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto