logo

Gandung : Mayoritas Kehendaki Aklamasi, Jangan Cari-Cari Alibi!

Gandung : Mayoritas Kehendaki Aklamasi, Jangan Cari-Cari Alibi!

Politisi Golkar dan Legislator Senayan asal Di Yogyakarta, Gandung Pardiman
03 Desember 2019 02:49 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Munculnya banyak kandidat Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar dalam perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar di penghujung tahun 2019 menjadi pertanda forum tertinggi di partai berlogo Pohon Beringin ini semakin berwarna.

Para Caketum dituntut memiliki kesadaran yang tinggi terhadap arti pentingnya kekompakan dan soliditas untuk kebesaran Golkar dalam tantangan zaman.

"Jangan hanya memaknai demokrasi secara sempit lalu mengorbankan arti penting soliditas dan solidaritas para kader Golkar. Akan sangat rugi bagi kelangsungan dan eksistensi partai, karena alasan hanya mendasarkan demokrasi sebagai sebuah keharusan atau mandatory dalam memutuskan Ketum Golkar periode 2019-2024,"ujar Gandung Pardiman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2019).

Legislator Senayan asal DI Yogyakarta ini menyebut Munas Golkar akan terus berderap, banyak dinamika bermunculan, kontestasi kandidat semakin tajam dan panas. Para kandidat saling psywar dan mempromosikan kelebihan masing-masing Dan itu, kata Gandung, adalah sah-sah saja.

Namun demikian, tokoh senior di Ormas MKGR ini mengingatkan pentingnya tetap memupuk persatuan, soliditas dan keutuhan Partai.

"Mari kita pelihara dan jaga bersama persatuan dan kesatuan partai sebagai hal utama yang harus dipegang teguh oleh setiap kader sesuai Panca Bakti Golkar,"tegas Gandung.

Yang terpenting lagi, kata Gandung, apabila mayoritas pemilik suara menghendaki cara aklamasi dengan musyawarah mufakat untuk menentukan Nahkoda Golkar, sejatinya juga harus dihargai, dipatuhi dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Semua kader Golkar wajib mendukung dan mengamankan.

"Jangan dirusak dengan mengatakan cara ini tidak demokratis dan dengan berbagai alibi atas nama demokrasi, mereka membuat ulah sehingga soliditas Golkar hancur. Para Caketum tentu harus memiliki kesadaran yang tinggi terhadap arti pentingnya soliditas partai untuk kebesaran Partai Golkar kedepannya. Hasrat syahwat politik harus terkendali sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di internal di Beringin ini," ucap Gandung.

Lebih lanjut Gandung mengingatkan para Caketum di era generasi muda atau memasuki milenial ini seyogianya harus mau dan mampu belajar dari sejarah perpecahan Golkar.

"Ingat setiap Munas Golkar ada daya beda antara generasi muda dengan masa lampau. Tapi semua mampu menjaga sahwat politik untuk membesarkan Golkar," kata kader militan dan berawal dari akar rumput ini.

Mantan guru yang beralih jadi politisi ini menegaskan, sejak awal ia pastikan bahwa aklamasi adalah cara sah dan konstitusional dalam alam demokrasi.

"Jangan menentang cara aklamasi hanya karena alasan demokrasi. Kalau mayoritas menghendaki musyawarah dan mufakat untuk beraklamasi maka harus kita amankan bersama," tandas mantan Ketua DPD I Partai Golkar Di Yogyakarta *** .

Editor : Dwi Putro Agus Asianto