logo

Jamin Tidak Berbahaya, AVI Kampanyekan Penggunaan Vape Bersama Vaper Bekasi

Jamin Tidak Berbahaya, AVI Kampanyekan Penggunaan Vape Bersama Vaper Bekasi

Talk Show
03 Desember 2019 01:32 WIB
Penulis : Dharma/Aji

SuaraKarya.id - BEKASI: Penggunaan vape atau rokok elektrik di masyarakat terus dikampanyekan. Bahwa vape tak punya efek seburuk rokok. Komunitas Vapor di Kota Bekasi pun menyambut gembira terhadap regulasi pemerintah tentang pengenaan cukai terhadap HPTL (Vape), karena dengan diakuinya Vape sebagai objek cukai, maka nantinya E liquid vape yang sudah dilekati pita cukai menjadi barang legal.

Setidaknya itulah yang dirasakan oleh puluhan pengunjung acara Talk Show "Vape Sebagai Produk Tembakau Alternatif Rontgen Paru Bersama Vapers Bekasi", digelar Graha Wulan Sari, Sabtu (30/11/2019).

Acara yang digagas oleh Asosiasi Vaper Indonesia (AVI) ini diikuti oleh para pelaku industri vape di Bekasi.

Atas permintaan asosiasi ini, Bea Cukai Bekasi turut serta dalam acara tersebut dengan memberikan sosialisasi yang dikemas dalam bentuk talkshow interaktif.

Safianty Anwar, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi menyampaikan bahwa Vape legal mempunyai konsekuensi bahwa semua produsen Vape/brewer dan importir vape harus mempunyai NPPBKC, dan Liquid Vape yang di jual harus dilekati Pita Cukai.

"Sesuai dengan aturan, siapa yang tidak menggunakan Pita Cukai kita tindak," kata Safianty.

Deretan foto hasil rontgen toraks dipajang di sebuah dinding tidak permanen. Tulisan Rontgen Wall yang dicetak ukuran (sedang) menarik perhatian pengunjung di Graha Wulan Sari.

Rontgen tersebut merupakan hasil foto dari para pengguna vape yang tergabung pada berbagai komunitas. Itu adalah paru-paru pemakai vape selama dua tahun hingga lima tahun terakhir.

Tak hanya menampilkan data berupa rontgen toraks, acara Vape tersebut juga mencoba mengubah paradigma bahwa vape punya efek sama buruknya dengan rokok.

dr. Arifandi Sanjaya, dokter pengguna vape memaparkan penggunaan vape yang baik dan benar.

"Sehingga kita bisa meminimalisir resiko pada kesehatan," ujarnya dalam sesi talk show.

Menurutnya, nikotin pada rokok tidak selalu berbahaya. Tetapi bila pemaikan berlebihan, pasti akan terjadi kemungkinannya.

Namun Arifandi bukan sepenuhnya membenarkan penggunaan vape. Dia sendiri mendorong pengurangan nikotin secara bertahap.

Menurutnya, tembakau alternatif memang bisa jadi solusi bagi yang mau mengurangi rokok karena dinilai 95 persen aman. Tapi tetap harus berhati-hati.

"Masih ada 5 persen, itu kita nggak boleh diam saja. Sebagai konsumen, harus secara cerdas dan bertanggung jawab menggunakan produk alternatifnya. Ini masih perlu penelitian bagaimana dampaknya ke konsumen," jelas dr. Arifandi.

Ketua Asosiasi Vaper Indonesia (AVI) Johan Sumantri mengatakan, pihaknya terus mensosialisasikan  penggunaan vape di masyarakat. Bagaimana vape digunakan dengan benar.

"Kegiatan terus dikampanyekan seperti di Tangerang, Bekasi, termasuk kedepannya di beberapa kota-kota lainnya," kata Johan.

"Untuk rontgen biaya dari teman-teman komunitas vaper sendiri. Karena apa yang mereka gunakan lebih baik," Johan menambahkan.

Sementara itu, Perwakilan Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Rhomedal, para produsen sudah punya standar pembuatan likuid vape. Seperti menggunakan bahan baku berkategori food grade yang memang biasa dipakai pada makanan dan minuman. 

"Likuid ini aman untuk dikonsumsi. Essen-essen yang digunakan vape itu ada di industri makanan seperti perasa kue dan minuman," jelasnya.

Selanjutnya, kombinasi dua zat seperti Propylene Glycol dan Vegetable Glycerin ini sejatinya juga aman untuk tubuh.

"Dan tidak memberikan dampak apapun jika kita gunakan dalam konsumsi penggunaan vapor sehari-hari," ujarnya. Vegetable glycerin adalah bahan yang 100% terbuat dari bahan sayuran/tumbuhan jadi pastinya aman untuk tubuh.

Ia menyampaikan, safty produk vape yang digunakan di Indonesia yakni standar phamatical grade.

"Untuk nikotinnya juga menggunakan standar farmasi," ujar Rhomrdal. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto