logo

Meriahnya JAKBERFEST, Dari Seni Tradisi Hingga Panggung Jazz

Meriahnya JAKBERFEST,  Dari Seni Tradisi Hingga Panggung Jazz

Musisi JakJazz di JAKBERFEST
02 Desember 2019 14:00 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Hubungan Jakarta dan Berlin yang dikenal sebagai kerja sama Sister City telah terjalin baik sejak tahun 1993. Kerja sama yang sudah terjalin selama 25 tahun ini dirayakan dalam sebuah acara Jakarta Berlin Festival atau biasa disebut JAKBERFEST, Sabtu (30/12/2019). Acara ini menampilan kolaborasi Jakarta dan Berlin.

Kerja sama Sister City telah menghasilkan ragam kolaborasi budaya yang mendorong kreativitas dan inovasi untuk pembangunan kota Jakarta. Beberapa budaya kota Berlin telah diadopsi untuk membangun kota Jakarta, seperti budaya jalan kaki, dan membangun moda transportasi yang terintegrasi, yang didukung oleh ruang publik yang nyaman dan aman. Selain itu, ruang publik juga dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan festival seperti acara JAKBERFEST yang menampilkan kolaborasi seni karya Snyder, seniman asal Jerman dan Darbotz, seniman mural asal Indonesia di terowongan jalan Kendal.

“Hubungan Sister City Jakarta dan Berlin terus berkolaborasi untuk perubahan lebih baik. Rencana selanjutnya, Jakarta dan Berlin sedang mengerjakan proyek “smart change” untuk mencari solusi inovatif tentang kesinambungan pembangunan kota-kota berkembang. Semoga kerjasama seperti ini akan dapat dilakukan dengan kota besar lainnya di tahun-tahun mendatang,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kolaborasi terbaru antara Jakarta dan Berlin dituangkan pada salah satu sisi terowongan Jalan Kendal, Jakarta Pusat. Karya seni kontemporer hasil karya Snyder, seniman asal Jerman dan Darbotz, seniman mural asal Indonesia bertema “Friends Mural” yang menggambarkan persahabatan, teknologi, dan budaya. Hasil karya Snyder dan Darbotz dapat dinikmati oleh pengunjung JAKBERFEST, dan juga masyarakat pengguna transportasi umum yang sudah terintegrasi.

“Sejak kecil saya melihat Metro Mini dan Bajaj sebagai salah satu pemandangan umum di Jakarta, namun sekarang sudah mulai menghilang. Hal ini menjadi inspirasi karya mural saya di terowongan ini, yang dapat membuat orang bernostalgia dan juga untuk pengetahuan bagi generasi muda saat ini," kata Darbotz yang berharap dengan adanya acara ini, makin banyak ruang publik di Jakarta maupun kota lain yang dapat dihias oleh seniman lokal.

Pengalaman lain saat membuat seni kontemporer di terowongan Jalan Kendal juga ditambahkan oleh Snyder, seniman asal Berlin. “Street art dan karya seni yang ada di jalan memang untuk dinikmati maupun dikomentari oleh masyarakat yang melewatinya. Saya suka melihat orang-orang berinteraksi terhadap karya seni saya termasuk adanya komentar negatif dari mereka. Tidak seperti di dunia maya, dimana orang hanya mengomentari unggahan gambar yang tidak dilihat secara menyeluruh," kata Snyder.

"Saya merasa karya seni di terowongan ini dapat menjangkau orang banyak dan itu memberikan arti untuk saya. Ketika saya membuat grafitti ini, beberapa anak kecil duduk di belakang saya dan mulai menggambar pada buku mereka.  Saya senang jika dapat menginspirasi orang lain untuk memulai menggunakan pulpen, kuas, atau alat tulis lain untuk mengekspresikan dirinya," tutur Snyder.

JAKBERFEST juga menyuguhkan ragam makanan khas Berlin dan Jakarta, seperti Bratwurst, Currywurst, Soto, Asinan, dan masih banyak lagi. Pengunjung dapat menikmati makanan tersebut dengan harga terjangkau, mulai Rp25.000 hingga Rp45.000.

JAKBERFEST turut diramaikan oleh JakJazz yang merupakan pelopor acara festival jazz di Indonesia. JakJazz menghadirkan musisi-musisi ternama seperti Barry Likumahuwa dan Aletta Stars untuk menghibur pengunjung. JAKBERFEST juga diramaikan dengan penampilan dari Andezzz dan 2 Lampu Neon.

Festival yang menggabungkan unsur seni jalanan, tradisi, kuliner dan musik ini sendiri digagas oleh MRA Media. 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto