logo

SEA Games 2019: Lawan Vietnam, Timnas Indonesia Maju Tak Gentar

SEA Games 2019: Lawan Vietnam, Timnas Indonesia Maju Tak Gentar

30 November 2019 00:01 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Gungde Ariwangsa SH

Langkah tim nasional  U-23 Indonesia pada pertandingan sepakbola SEA Games XXX/2019 di Filipina masih mulus. Dua laga pembuka penyisihan Grup B dilakoni dengan sempurna lewat kemenangan 2-0 masing-masing atas Thailand dan Singapura. Di depan masih menunggu pertarungan melawan Vietnam (Minggu, 1/12/2019), Brunei Darussalam (Selasa, 3/12/2019) dan Laos (Kamis, 5/12/2019).  

Dengan meraih nilai penuh dalam dua pertandingan, Indonesia belum mampu menempati posisi teratas klasemen grup. Masih tetap berada di bawah Vietnam yang juga mampu memetik dua kemenangan atas Brunei dan Laos masing-masing dengan 5-0 dan 6-1. Vietnam memimpin dengan nilai enam, sama dengan Indonesia, namun unggul dalam produktivitas gol.

Kita berharap perjalan Timnas Garuda Muda tetap dan terus mulus sehingga bukan saja mampu lolos dari penyisihan grup namun juga melaju ke final dan juara. Bila mampu merebut medali emas maka ini akan menghapus dahaga panjang sepakbola Indonesia di ajang SEA Games. Terakhir Indonesia berjaya di SEA Games 1991 yang kebetulan juga berlangsung di Filipina.

Untuk mewujudkan harapan itu Indonesia harus melalui lima langkah lagi. Tiga pertarungan sisa di penyisihan grup, semifinal dan final. Masih panjang dan berat tugas Evan Dimas dan kawan-kawan. Marilah kita terus memberikan dukungan dan berdoa agar para pemain bisa terus menjaga kondisi dan konsentrasi sehingga siap tempur dan menang.

Pertemuan melawan Vietnam menjadi krusial bagi Indonesia. Kemenangan akan memuluskan Indonesia menuju semifinal dengan catatan setelah itu tidak kalah dari Brinei dan Laos. Siapa yang akan mendamping Indonesia akan diperebutkan oleh Vietnam dan Thailand.

Rekor pertemuan Indonesia dan Vietnam di ajang SEA Games sejak 1991 memberikan catatan yang mengungulkan Indonesia. Dalam enam lagi, Indonesia menang tiga kali, imbang sekali dan kalah dua kali. Dari skor menang dan kalah selalu tipis sehingga Vietnam merupakan lawan alot bagi Indonesia.

Pada SEA Games 1991,  Indonesia menang 1-0  Dua tahun kemudian di SEA Games 1993, Indonesia juga menang dengan skor sama. Namun di SEA Games 2015, Indonesia kalah 0-1. Kekalahan ini belum mampu dibalas karena pada SEA Games 1997, kedua negara main imbang 2-2. Bahkan kekalah kembali menimpa Indonesia setelah takluk 0-1 pada SEA Games 1999. Baru pada SEA Games 2001, Indonesia mampu kembali mengalahkan Vietnam dengan skor 1-0.

Kini Vietnam tampil dengan kekuatan yang menggiriskan. Kemenangan telak atas Brunei dan Laos, meskipun kedua tim ini merupakan yang terlemah di grup, menunjukkan Vietnam memiliki para pembobol gawang yang haus gol. Bisa disebutkan juga Vietnam yang ditukangi pelatih asal Korea Selatan Park Hang-seo memiliki gaya permainan agresif. Tetapi kemampuan Laos membobol Vietnam juga bisa menjadi indikasi ada celah yang bisa dimanfaatkan pemain Indonesia.

Pelatih Indra Sjafrie yang sudah teruji mampu menerapkan taktik dan strategi jitu ketika meredam Thailand dan Singapura diharapkan kembali mengeluarkan ramuan andalannya untuk meredam dan menaklukkan Vietnam. Menghadapi agresifitas Vietnam, pasukan Garuda tidak harus bertahan total, apalagi parkir bus di daerah pertahanan. Di sinilah dituntut kedisiplinan pemain bertahan.

Dari sini lapangan tengah diharapkan mampu menerapkan terobosan dan variasi serangan cepat. Kekuatan sayap harus dimaksimalkan. Kemudian perlu ada penyerang pelapis Osvaldo Haay yang nanti pasti akan mendapat perhatian khusus dari barisan pertahanan Vietnam.

Yang penting tentunya para pemain Indonesia tetap mampu mempertahankan kerja sama tim. Kekuatan gotong royong ini menjadi kekuatan utama Indonesia saat melalap Thailand dan Singapura. Jadi marilah maju tak gentar gotong royong untuk kemenangan tim. Kemenangan untuk Indonesia. Semoga. ***

* Gungde Ariwangsa SH - wartawan suarakarya.id, Ketua Siwo PWI Pusat, WA: 087783358784

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH