logo

Penyidik Kejati Kalsel Jebloskan Ke Tahanan Lima Tersangka Korupsi

Penyidik Kejati Kalsel Jebloskan Ke Tahanan Lima Tersangka Korupsi

Kejati Kalsel
29 November 2019 16:42 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan (Kalsel) menjebloskan ke dalam tahanan lima tersangka korupsi. Kelima tersangka tersebut masing-masing  “EM” selaku PPK, “H” selaku PPTK, “ MS “ selaku Direktur CV Wiratama Karya, “ LSW “ selaku Direktur CV Karya Putra, dan “BRN“ berprofesi sebagai karyawan PDAM Intan Banjar di Banjarbaru.

Mereka kemudian dilakukan penahanan oleh jaksa penyidik selama 20 hari ke depan di Lapas Teluk Dalam, Banjarmasin. Dalam siaran pers Puspenkum Kejaksaan Agung, Jumat (29/11/2019), disebutkan bahwa kelima tersangka dipersangkakan telah melanggar Undang-Undang (UU) Pemberantasan Korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke - 1 KUHP atau pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kerugian negara yang ditimbulkan akibat kejahatan tersebut diperkirakan mencapai Rp4.226.533.863 yang diperoleh dari hasil perhitungan BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam siaran pers itu disebutkan pula bahwa tim penyidik pidsus Kejati Kalsel di Banjarmasin telah memulai penyidikan dugaan korupsi pelaksanaan pembangunan sarana & prasaran penunjang air bersih pedesaan pada Dinas Perumahan & Permukiman Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2016 dengan nilai proyek sebesar Rp9.100.750.000 semenjak Juni 2019. Selama penyidikan tersebut, tim jaksa penyidik telah melakukan beberapa rangkaian kegiatan penyidikan berupa pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti lain untuk menentukan pelaku yang diduga terlibat dalam dugaan kasus tersebut.

Masih belum tertutup kemungkinan adanya penambahan tersangka dalam kasus ini. Hal itu dimungkinkan jika ada fakta-fakta baru yang terungkap, termasuk saat kasusnya digelar di pengadilan.

 

 

 

 

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH