logo

Puluhan Peserta Rebut 5 Kursi Komisioner KPU Provinsi Papua Barat

Puluhan Peserta Rebut 5 Kursi Komisioner KPU Provinsi Papua Barat

FOTO:Antara
22 November 2019 03:59 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - MANOKWARI: Puluhan peserta akan memperebutkan lima kursi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat periode 2020-2024.

"Hingga tahap pendaftaran ditutup lemarin (Senin 18/11) total ada 72 pendaftar, terdiri dari 54 laki-laki dan 18 perempuan. Selanjutnya mereka akan menjalani tahapan seleksi," kata Anggota Timsel Calon Anggota KPU Papua Barat, Susance Saflesa di Manokwari, Rabu (21/11/2019) seperti diwartakan Antara.

Ia mengatakan, jumlah pendaftar cukup banyak, hal menunjukkan minat warga untuk menjadi anggota KPU cukup tinggi. Diharapkan dalam seleksi ini akan diperoleh anggota KPU Provinsi Papua Barat yang berkualitasi dan profesional

Semula ada 128 orang yang mengambil formulir pendaftaran. Hingga tahap pendaftaran ditutup pada pukul 16.00 WIT hanya 72 orang pengambalikan formulir.

Anggota KPU PB periode 2015-2020 yang masa jabatannya akan mengakhiri masa tugasnya pada 24 Februari 2020 juga ikut mendaftarkan diri. Mereka adalah Amus Atkana, Yotam Senis, Christine Rumkabu, Abdul Halim Shidiq dan Paskalis Semunya.

Ketua KPU Kabupaten Manokwari, Abdul Muin Salewe, anggota Bawaslu Kabupaten Manokwari, Nurlaela Muhamad dan beberapa mantan anggota KPU pun turut mendaftar

Timsel akan segera melakukan pemeriksaan administrasi persyaratan. Terdapat 17 item persyaratan pendaftaran, di antaranya, minimal berusia 35 tahun, pendidikan minimal S1, ber-KTP (Kartu Tanda Penduduk) kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat, telah mengundurkan diri dari keanggotaan partai paling singkat lima tahun.

Mereka juga harus bersedia mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan, tidak pernah dipidana penjara, tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara Pemilu, belum pernah menjabat sebagai anggota KPU provinsi selama dua kali masa jabatan yang sama.

Hasil penelitian syarat administrasi akan diumumkan 4 Desember 2019. Dalam penelitian ijazah, Timsel akan mengecek di data Pendidikan Tinggi. Ijazah yang diduga palsu akan langsung kelihatan dari pengecekan di data Dikti.

Peserta yang lolos persyaratan administrasi akan mengikuti tahap seleksi berikutnya, tes tertulis dengan metode CAT (computer assisted test) dan pengumuman hasil tes tertulis pada 6 Desember. Haisl tes tertulis akan diumuman pada 7 Desember.

‘’Setelah mengikuti tes, saat itu juga peserta akan langsung mengetahui nilainya. Yang nilai di atas 60 dinyatakan lolos, dan di bawahnya tidak lolos,’’ ujarnya.

Tes psikologi akan dilaksanakan pada 9 Desember sampai 12 Desember dan pengumuman hasil tes psikologis 13 Desember. Selanjutnya tes kesehatan 16 Desember-19 Desember, tes wawancara 21 Desember-22 Desember. Pengumuman hasil tes kesehatan dan wawancara 23 Desember.

Timsel akan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memberi tanggapan terhadap para calon. Permintaan tanggapan ini dimaksudkan agar diperoleh hasil yang memuaskan. Tanggapan harus disertai dengan identitas pelapor sehingga bisa dipertanggungjawabkan. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto