logo

Kemensos Catat Angka 1,2 Juta KPM Tergraduasi Lampui Target Tahun 2019

 Kemensos Catat Angka 1,2 Juta  KPM Tergraduasi Lampui Target Tahun 2019

Mensos Juliari P Batubara (kanan). (foto, ist)
19 November 2019 22:31 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - MANADO: Kementerian Sosial (Kemensos), per November 2019, mencatat sudah sebanyak 1,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tergraduasi. Capaian itu melebihi target yang ditetapkan, yakni 800.000 KPM PKH tergraduasi sampai akhir tahun 2019.

Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, pada kunjungan kerja (kunker) di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (19/11/2019) menyatakan, hal itu menunjukkan program bantuan sosial PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memberi dampak positif dalam mengatasi kemiskinan.

“Terbukti program bansos baik itu PKH atau BPNT berkontribusi besar terhadap penurunan angka kemiskinan,” kata dia. Dalam kunker tersebut, Mensos mengunjungi Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) “Tomou Tou”.

Dia meninjau berbagai fasilitas dan layanan, serta menyapa pemerlu layanan. Mensos juga menghadiri kegiatan Pengembangan Potensi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSKS). Lalu, membuka kegiatan “Graduasi Mandiri dan Family Gathering KPM PKH Provinsi Sulawesi Utara”.

Turut mendampingi Mensos, Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto, Dirjen Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, serta pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian Sosial. Hadir pula Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan jajarannya.

Mensos menekankan, selain kontribusi PKH, capaian ini merupakan hasil dari kontribusi semua pihak termasuk pemerintah daerah. “Graduasi yang sudah terjadi pada KPM PKH mudah-mudahan dapat menginspirasi KPM yang lain untuk berlomba-lomba graduasi dari program,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Linjamsos Harry Hikmat menyatakan, PKH, KPM juga didorong untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas secara ekonomi. Upaya ini dilakukan melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang dilakukan rutin oleh para pendamping.

“Modul yang diberikan salah satu di antaranya modul ekonomi yang membahas pengelolaan keuangan keluarga, cermat meminjam dan menabung, cerdas memanfaatkan layanan bank dan memulai usaha,” jelasnya.

Sinergi antara Kemensos dan Kemenperin guna mendorong KPM menjadi wirausaha baru, yang mandiri dengan memberikan fasilitasi berupa pelatihan kewirausahaan dan bimbingan teknis produksi, legalitas usaha, bantuan peralatan, pengembangan pasar berbasis digital, serta penyediaan akses ke sumber pembiayaan.

“Saat ini beberapa KPM juga telah memasarkan hasil usahanya dengan memanfaatkan Fintech Marketing melalui Go Food, Tokopedia, Bukalapak,” kata Dirjen. Dalam lima tahun terakhir (2015-2019), tercatat 1.742.917 KPM telah tergraduasi.

Editor : Gungde Ariwangsa SH