logo

Pemahaman Tentang Disabilitas Di Masyarakat Masih Kurang

Pemahaman Tentang Disabilitas Di Masyarakat Masih Kurang

Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril. (foto, ones)
19 November 2019 20:30 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemahaman tentang disabilitas masih kurang dimengerti di masyarakat. Akibatnya, masih kerap muncul diskriminasi terhadap para disabel di sejumlah sektor.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril, dalam acara media briefing di Jakarta, Senin (18/11/2019) dalam rangkaian Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang fxdd& setiap 3 Desember.

Menurut dia, penanganan penyandang disabilitas saat ini bukan lagi berdasarkan belas kasihan tapi pemenuhan hak. "Perlindungan dan hak para disabilitas wajib dipenuhi," ujarnya.

Pasalnya, imbuh dia, lingkungan masih kurang ramah dengan para disabilitas. Seperti, belum terpenuhinya fasilitas bagi para disabilitas di sejumlah ruang publik.

"Bahkan, kerap sejumlah masyarakat belum sepenuhnya menyadari kebutuhan kaum disabilitas. Contohnya, masih ada warga yang menggunakan kursi prioritas, yang harusnya hak para disabilitas di kendaraan umum," ungkapnya. 

Diskriminasi terhadap penyandang disabilitas, dinilainya, masih ada, baik dalam keluarga, di sekolah maupun masyarakat. Penyandang disabilitas dianggap tidak mampu berperan dan berkontribusi dalam berbagai hal.

"Mereka mempunyai kemampuan yang sama dengan yang lainnya, namun tidak memiliki kesempatan," ujar Gufroni.

Secara umum kondisi penyandang disabilitas saat ini, menurut Ketua umum PDI itu, belum terpenuhi hak dan kebutuhannya. Dampaknya, para disabilitas memiliki akses yang terbatas pada sejumlah fasilitas.

"Tingkat partisipasi terhadap mereka pun rendah, baik pada sektor pendidikan, pelatihan, penempatan kerja dan lainnya," tuturnya. Di berharap peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) bisa dilaksanakan setiap tahun dengan tema berbeda dan perkembangan yang lebih baik dalam penanganan disabilitas.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto