logo

Lewat MOFP, Kemenperin Dorong Startup Fesyen Muslim Berdaya Saing

Lewat MOFP, Kemenperin Dorong Startup Fesyen Muslim Berdaya Saing

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih saat menutup Inagurasi MOFP 2019, di FX Sudirman, Sabtu (16/11/2019). (ist)
17 November 2019 08:04 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Melalui program Modest Fashion Project (MOFP) 2019 Kementerian Perindustrian terus berupaya melahirkan startup di sektor fesyen muslim.

"Program MOFP ini kami harap dapat menjadi kegiatan yang bisa melahirkan startup di industri fesyen muslim secara berkelanjutan dan berdaya saing," ujar Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih saat menutup Inagurasi MOFP 2019, di Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Gati menyebutkan, untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia, Kemenperin telah menyiapkan berbagai langkah strategis. "Bukan hanya mendeklarasikan Indonesia layak menjadi kiblat fesyen dunia, namun juga menyiapkan Indonesia sebagai friendly halal tourism yang di dukung dengan industri halal Tanah Air," ujarnya.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia yaitu mencapai 222 juta jiwa atau 87% dari total penduduk dan diproyeksikan pada tahun 2030 jumlahnya mencapai 238 juta jiwa. Hal ini tentunya akan meningkatkan permintaan produk fesyen muslim nasional. Peluang pasar produk fesyen muslim juga terus mengalami peningkatan.

Kondisi ini menjadi pemacu bagi seluruh stakeholder industri fesyen untuk berperan aktif mewujudkan mimpi Indonesia menjadi salah satu kiblat fesyen muslim dunia 2020.

Sebagai bentuk komitmen Kementerian Perindustrian untuk mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pusat fesyen muslim dunia, Direktorat Jenderal IKMA juga akan menyelenggarakan Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-motion) 2020.

ii-motion merupakan pameran yang menampilkan potret industri yang berkaitan dengan gaya hidup halal di Indonesia meliputi komoditi fesyen, kosmetik, perhiasan, aksesoris, makanan dan minuman, serta platform digital yang mendukung industri halal dan ekonomi syariah.

Inagurasi MOFP selama sepekan 12-16 November menjadi puncak dari program MOFP tahun 2019 yang telah memilih 20 finalis terbaik dan akan menampilkan 10 finalis MOFP 2018.

Rangkaian kegiatan meliputi pameran, fashion show karya para finalis MOFP dan 16 desainer nasional, talkshow, sosialisasi, demo kecantikan, cosmetic day, grand final serta pengumuman dan penyerahan pemenang Kompetisi MOFP 2019 dan Kompetisi Kosmetik bagi startup IKM Kosmetik.

Jumlah peserta pameran sebanyak 50 peserta yang meliputi komoditi fesyen muslim, tas, alas kaki, kosmetik, perhiasan, aksesoris, kaca mata, kopi, makanan, dan aplikasi/platform digital.

Nantinya para peserta MOFP 2019 akan dibina dengan program coaching selama 2 tahun oleh para desainer nasional sehingga terjadi proses pertukaran informasi dari para praktisi tanah air kepada para peserta MOFP tentang pengembangan bisnis fesyen di dalam dan luar negeri.

Gati berharap mereka bisa menjadi pioner pengembangan fesyen muslim yang berdaya saing tinggi di jancah global.

"Para IKM finalis akan menentukan strategi bisnis industri melalui proses business coaching di bawah arahan para mentor bisnis sehingga untuk ke depannya dapat menarik calon investor atau mitra bisnis," ungkap Gati.

Dengan telah diselenggarakannya awarding bagi peserta kompetisi MOFP 2019 dan  Kompetisi Startup kosmetik 2019, maka program MOFP 2019 telah berakhir dan akan berjumpa di MOFP 2020 dengan semarak yang berbeda untuk mewujudkan visi Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia. ***