logo

Densus 88-Polda Sumut Tembak Mati Dua Terduga Teroris Karena Melawan

Densus 88-Polda Sumut Tembak Mati Dua Terduga Teroris Karena Melawan

Foto: Ilustrasi (Istimewa)
16 November 2019 15:56 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - MEDAN: Tim Densus 88 bersama dengan Polda Sumut menembak mati dua terduga teroris di Kota Datar, Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (16/11/2019).

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, mengatakan, dua terduga teroris yang ditembak mati karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

"Kedua terduga teroris ditembak mati karena menyerang anggota. Apakah tindakan ini harus dibiarkan? Semua ini harus ditindak tegas," katanya.

Hingga saat ini, katanya, Tim Densus 88 terus bergerak untuk mengejar pelaku terduga teroris lainnya hingga ke Aceh.

“Untuk detilnya nanti saya jelaskan, tim masih kerja. Untuk yang di Aceh ada 3 orang yang diamankan,” sebutnya seperti dikutip Antara.

Selain menembak mati dua terduga teroris di Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, tim gabungan Densus 88 bersama dengan Polda Sumut, Sabtu, juga mengamankan tiga orang terduga teroris di Provinsi Aceh.

"Di Aceh sudah kita kejar, dan ada tiga orang kita tangkap," kata Kapolda Sumut ‎Irjen Pol Agus Andrianto.

Ia menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan pengusutan kasus terorisme di wilayah Sumatera Utara hingga menangkap seluruh pihak yang terlibat.

"Penanganan terhadap kasus ini ‎terus dilakukan. Ada beberapa lokasi juga telah kita geledah," ujarnya. 

          Tersangka

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan tim gabungan Densus 88 dan Polda Sumut telah mengamankan sebanyak 14 orang yang diduga terlibat dalam peristiwa bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11).

Dari jumlah tersebut, Irjen Agus menyebutkan sebanyak 9 orang berpotensi menjadi tersangka.

"Dari kejadian kemarin ada 14 orang yang sudah dilakukan pengamanan, dan yang berpotensi tersangka ada sembilan orang," kata Kapolda usai membesuk para korban bom bunuh diri di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan, Jumat (15/11) malam.

Meskipun tidak merinci identitas 9 orang yang berpotensi menjadi tersangka tersebut, Agus menegaskan jumlah ini masih bisa bertambah sesuai perkembangan hasil penyelidikan yang dilakukan.

Agus berjanji, pihak kepolisian akan terus menindaklanjuti kasus ini sampai tuntas demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Namun, ketika disinggung mengenai pelaku berafiliasi ke kelompok mana, Agus enggan untuk menjawabnya.

"Kalau jaringan, nanti yang menjelaskan biar dari Densus atau Mabes Polri saja ya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di Makopolrestabes Medan di Jalan HM Said Medan, Rabu (13/11) pagi sekitar pukul 08.45 WIB.

Ledakan yang diduga bom bunuh diri itu dilakukan seseorang berinisial RMN (24). Terduga pelaku meledakkan diri di sekitar kantin Polrestabes Medan.

Selain menewaskan terduga pelaku, ledakan bom itu juga mengakibatkan enam orang terluka. ***