logo

Mentan Syahrul Lepas Ekspor 291 Ton Mangga Jawa Timur Senilai Rp 489 M

Mentan Syahrul Lepas Ekspor 291 Ton Mangga Jawa Timur Senilai Rp 489 M

Mentan Syahrul Yasun Limpo menyaksikan aneka mangga kualitas ekspor, di Pasuruan.
16 November 2019 09:16 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - PASURUAN: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor  291,5 ton buah mangga asal Jawa Timur ke 9 negara di Asia, Eropa dan Amerika. Lalu lintas pengiriman ini merupakan akumulasi ekspor mangga selama tahun 2019 dengan nilai transaksi mencapai Rp 489 miliar.

"Hari ini saya bangga karena di Jawa timur, petani dan Balitbangtan Kementan berhasil mengembangkan mangga dan anggur dengan varitas SP1. Semoga ke depan dikembangkan juga SP2 dan SP3," ujarnya dalam Pelepasan Ekspor Komoditas Mangga Jawa Timur dan Deklarasi Cukur Gondang untuk Akselerasi Ekspor Mangga, Jumat (15/11/2019) di Pasuruan.

Meski demikian, kata Syahrul, pengembangan mangga perlu diimbangi dengan pembukaan pasar ekspor. Langkah ini penting dilakukan agar produksi dan penjualan selaras dengan cita-cita swasembada yang kini didengungkan pemerintah.

"Saya berharap di ujung pertanian selalu ada pasar. Jadi jangan hanya menumbuhkan produksi, tapi tidak tau mau dijual kemana. Oleh karena itu, ini menjadi bagian dari tugas kita dan saya minta Dirjen Horti mencatat semua prosesnya," katanya.

Untuk memfasilitasi produksi petani mangga, Syahrul mengatakan saat ini pihaknya sedang berusaha keras menarik dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak Rp 50 triliun, agar memiliki bunga yang sangat rendah.

"Jadi ke depan tidak usah ngambil dari rentenir yang punya bunga 50 persen. Saya berharap petani mangga kita makin sejahtera karena hasilnya yang sangat bagus dan enak. Bahkan saya mau, dalam sidang kabinet pekan depan ada hidangan buah yang bagus yang bisa dicicipi Menteri Menteri dan Presiden," katanya.

Cukur Gondang merupakan kebun koleksi mangga terbesar kedua di dunia, dengan luas lahan 11,87 Ha. Koleksi mangga yang ditanam dari Januari 1941 hingga saat ini mencapai 402 aksesi terbanyak dan tertua di Indonesia.

Indonesia menduduki posisi kelima sebagai produsen buah mangga dunia setelah India, China, Thailand, dan Meksiko. Tahun 2018 produksi mangga di Indonesia mencapai 2.184.399 ton. 

Sekitar 90% dari produksi buah Indonesia dikonsumsi di dalam negeri dan 10% diekspor ke negara lain. Kondisi ini menunjukkan potensi yang tinggi untuk pasar domestik dan ekspor.

Syahrul berharap potensi mangga Indonesia yang sangat besar itu dapat ditangkap sebagai modal utama meningkatkan kinerja ekspor buah. Sentuhan teknologi menjadi upaya utama untuk merealisasikan potensi tersebut. ***