logo

SKK Migas Pamalu Tanam 1.000 Bibit Pohon Mangrove Di Sorong

SKK Migas Pamalu Tanam 1.000 Bibit Pohon Mangrove Di Sorong

Foto:Humas SKK Migas Pamalu
16 November 2019 00:30 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AIMAS:Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Pamalu, Galih .W.Agusetiawan, mengatakan,  jajarannya  menanam 1.000 bibit pohon  Mangrove, Jumat (15/11/2019).

Lokasi penanaman 1.000 pohon anakan  Mangrove itu  pada lokasi wisata, Kampung Jeflio,Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong , Papua Barat.

  Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) Perwakilan Papua dan Maluku,  Kontraktor KKS dan sub-kontraktornya  turut  dalam Gerakan Menanam Pohon (GMP) Provinsi Papua Barat.

“Kawasan ekosistem merupakan  objek yang harus dilindungi karena  memberikan asupan  positif bagi pertumbuhan  lingkungan yang sehat. Ini ditunjukkan secara nyata oleh  SKK Migas dalam  membantu warga daerah ini terhindar dari berbagai bencana akibat pemanasan global,”kata  Wakil  Bupati Sorong, Suka Harjono.

Ia, menjelaskan, bahwa kontribusi SKK Migas dan jajarannya dalam  melestarikan lingkungan  harus diberikan apresiasi.

Hal itu terbukti,lanjut  Suka Harjono, dengan ribuan  bibit pohon disumbangkan kepada pemerintah daerah  untuk  menanamnya di lingkungan kawasan tandus di kabupaten/kota se Sorong Raya.

Karena itu, itu masyarakat diharapkan bisa menjaga lingkungannya dengan tidak merusak kawasan hutan mangrove di daerah ini.

Wakil Bupati Harjono, kepada suarakarya.id, di Aimas, Jumat, menjelaskan, pihaknya sudah mengadakan Perda Mangrove. Perda tersebut nantinya ke depan dapat melindungi  hutan mangrove dari kerusakan yang ditimbulkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Saat ini,lanjutnya, banyak warga menggunakan  kayu mangrove untuk kebutuhan rumah tangga , seperti dijadikan kayu bakar atau dijual kepada warga yang sedang membangun rumah.”Hal tersebut ke depan tak boleh terjadi lagi di kawasan hutan mangrove setempat.

Bila  Perda  sudah ditegakkan, maka  sanksi hukumnya  ada bagi perusak hutan mangrove termasuk kepada mereka yang menggunakan kayu tersebut secara melawan hukum.

“Jadi, orang yang menebang pohon kayu mangrove secara melawan hukum, akan diproses ke pengadilan untuk penegakan hukum. Bila terbukti bersalah maka penggunaan kayu mangrove secara ilegal dihukum berdasarkan ketentuan yang berlaku,”kata Harjono.

Menjawab pertanyaan wartawan, Harjono, membenarkan bahwa ia atas nama pemerintah telah melakukan penanaman pohon mangrove di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kegiatan tersebut untuk mendukung  Gerakan Nasional Penanaman Daerah Aliran Sungai  (GNP DAS), Jumat (15/11/2019). ***