logo

Indonesia - Korsel Tingkatkan Perlindungan PMI Melalui Skema EPS

 Indonesia -  Korsel Tingkatkan Perlindungan PMI Melalui Skema EPS

Menaker Ida Fauziyah (kanan) menerima kunjungan Courtesy Call Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Kim Chang-beom (kiri). (foto, ist)
14 November 2019 21:16 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) terus berupaya untuk meningkatkan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Korea. Salah satu upayanya adalah memperbarui (renewal) MoU penempatan PMI ke Korea melalui skema Employment Permit System (EPS).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan, antara Indonesia dan Korea sepakat untuk dapat melaksanakan Joint Working Group (JWG). Guna membahas sekaligus mengevaluasi implementasi penempatan PMI melalui skema EPS. Selama ini. dia berharap, proses pembaruan kerja sama (MoU) penempatan PMI melalui EPS ini dapat segera diselesaikan.

"Semoga MoU tentang EPS ini dapat segera ditandatangani untuk menjamin perlindungan yang lebih baik bagi pekerja migran kita di Korea," kata Menaker, usai menerima Courtesy Call Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Kim Chang-beom, di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), di Jakarta, Kamis (14/11, /2019).

Menaker menjelaskan, melalui skema sistem izin kerja EPS, PMI yang bekerja di Korea akan memperoleh perlakuan dan hak yang sama sebagaimana tenaga kerja Korea, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan yang berlaku di Korea. "Jadi, EPS ini memiliki sistem yang mencakup mengenai penempatan dan perlindungan pekerja migran kita di Korea," ujarnya.

Penempatan melalui skema EPS meliputi luma sektor. Yakni Manufaktur, Konstruksi, Jasa, Perikanan, serta Pertanian. Hanya saja, hingga saat ini Indonesia baru menempatkan di sektor Manufaktur dan Perikanan.

Perundingan pembaharuan dokumen MoU oleh Indonesia dan Korea sendiri telah berlangsung sejak tahun 2015. Lamanya proses negosiasi disebabkan adanya usulan revisi/tambahan klausul untuk dapat meningkatkan perlindungan PMI.

Sementara format MoU penempatan EPS ini sudah template untuk ke-16 negara pengirim, termasuk Indonesia. "Pada prinsipnya, Indonesia dapat menyetujui substansi teknis di dalam counter-draft MoU yang telah disampaikan oleh pihak Korea sebelumnya. Tapi masih terdapat beberapa poin substansi legal drafting yang perlu mendapatkan kesepakatan dari kedua belah pihak," jelas Menaker.

Di bagian lain, Plt Dirjen Binapenta dan PKK Drs Aris Wahyudi MSi menambahkan, Kemenaker memandang bahwa Pemerintah RI dan Pemerintah Republik Korea memiliki keinginan yang sama. Untuk segera menyelesaikan proses pembaruan dokumen MoU EPS. Counter-draft MoU dari Pemerintah Indonesia telah disampaikan secara resmi kepada pihak Pemerintah Korea.

Hingga saat ini, Pemerintah Korea belum menyampaikan tanggapannya terhadap counter draft MoU dari Pemerintah Indonesia. "Sebagai upaya untuk percepatan finalisasi pembaruan MoU, maka Pemerintah Indonesia melalui Atnaker RI di Korea telah meminta pihak Ministry of Employment and Labor of Korea untuk melakukan bilateral meeting secepatnya," ungkap Dirjen.

Editor : B Sadono Priyo