logo

Kemenparekraf Bantah Bakal Sulap Toba Dan Bali Jadi Wisata Halal

Kemenparekraf Bantah Bakal Sulap Toba Dan Bali Jadi Wisata Halal

Menparekraf Wisnuthama
13 November 2019 12:54 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membantah bakal menyulap destinasi Toba dan Bali jadi wisata halal ramah wisman muslim. Kemenparekraf menyatakan akan tetap mengangkat pariwisata berdasarkan budaya dan kearifan lokal.

Pernyataan resmi Kemenparekraf ini terkait beredarnya pemberitaan di media yang berjudul "Wishnutama dan Angela Bakal Sulap Toba dan Bali Ramah Wisman Muslim".

"Dengan ini kami sampaikan bahwa kami tidak pernah mengeluarkan wacana wisata halal di Toba dan Bali dan  mengeluarkan pernyataan sebagaimana yang diberitakan oleh sebuah media nasional, akan  “menyulap” Toba dan Bali sebagai destinasi wisata Ramah Wisman Muslim," demikian pernyataan Menparekraf Wishnutama Kusubandio dalam siaran pers Kemenparekraf, Rabu (13/11/2019).

Dalam siaran pers itu pihaknya juga menyesalkan jika pemberitaan mengenai hal tersebut telah mengundang polemik dikalangan masyarakat termasuk para pelaku industri dan insan pariwisata di tanah air.  Persepsi yang muncul atas pemberitaan tersebut juga sangat bertolak belakang dengan pandangan  dan komitmen dalam menghargai budaya, kearifan lokal dan  keberagaman. "Untuk itu pula kami memohon maaf atas ketidak nyamanan yang mungkin di timbulkan dan terima kasih kepada pihak media yang telah mengklarifikasi hal tersebut," kata Wishnutama.

"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan respon dan tanggapan, hal ini menjadi gambaran utuh bahwa pariwisata adalah bagian dan milik seluruh elemen bangsa," tambah Wishnutama.

Menurut Wishnutama pariwisata kita terbangun atas kearifan masyarakat dan budaya lokal pada tiap destinasinya, sehingga menjadi daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan. Ada keramah-tamahan khas yang dirasakan para wisatawan dengan berbagai latar kultur dan agama. 

"Selama ini kami sangat  meyakini bahwa budaya, kearifan lokal, dan kekayaan alam harus kita jaga, pelihara, dan kelola dengan baik agar pariwisata Indonesia selalu menciptakan daya tarik bagi wisatawan dan mendatangkan kesejahteraan rakyat," kata Wishnutama.

Ditambahkannya, pariwisata juga merupakan aktivitas universal, sehingga seluruh tempat wisata di Indonesia terbuka bagi seluruh wisatawan, apapun latar belakang agama, kepercayaan, dan kewarganegaraannya. Fokus ke depan adalah mengembangkan destinasi wisata sesuai dengan kearifan budaya lokal sehingga pariwisata berdiri kokoh di atas fondasi kebudayaan.

"Kami menjunjung tinggi dan sangat meyakini, bahwa kekayaan alam dan budaya nusantara yang kita miliki justru merupakan aset dan modal terbesar dalam mengembangkan sektor pariwisata sekaligus sebagai daya tarik pariwisata di masing-masing destinasi," kata Wishnutama.

"Kami selalu bangga dan mengagumi Bali sebagai sebuah role model pariwisata berbasis budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaaan dan toleransi sekaligus sebuah destinasi yang mampu merefleksikan harmoni dalam keberagaman. Demikian pula Toba sebagai destinasi wisata alam dengan kekayaan kultural yang amat tinggi dari masyarakatnya," kata Wishnutama.

Editor : B Sadono Priyo