logo

Lima BBPLK Kemenaker Jalin Kerja Sama Dengan 32 Perusahaan

Lima BBPLK Kemenaker Jalin Kerja Sama Dengan 32 Perusahaan

Sekjen Kemenaker Khairul Anwar. (foto, ist).
12 November 2019 19:59 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BEKASI: Guna mengawal pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia (SDM) di Indonesia melalui pelatihan vokasi. Lima Balai Besar Peningkatan Latihan Kerja (BBPLK) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama dengan 32 perusahaan industri.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BBPLK Bekasi Herman, Kepala BBPLK Serang Agung Nurohmat, Kepala BBPLK Bandung Aan Subhan, Kelala BBPLK Semarang Edi Susanto, serta Kepala BBPLK Medan M. Muhammad Ali Pasya, dengan perwakilan 32 perusahaan di Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/11/2019).

"MoU ini dimaksudkan agar terdapat komitmen bersama antara pemerintah dan swasta, khususnya industri dalam mengawal pelaksanaan pengembangan SDM di Indonesia melalui pelatihan vokasi," tutur Sekjen Kemenaker Khairul Anwar, pada acara "Penguatan Balai Latihan Kerja dengan Industri serta Peningkatan Kompetensi Instruktur Lembaga Pelatihan Kerja" tersebut.

Dia mengatakan hingga saat ini pendidikan dan pelatihan vokasi terus meningkatkan dan mengembangkan skill-skill baru sesuai perkembangan teknologi di industri. Yang nantinya mampu memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja dan dapat bekerja terus menerus.

"Di era yang serba cepat saat ini, keberhasilan suatu pendidikan dan pelatihan vokasi sangat ditentukan oleh kualitas instruktur pengajarnya. Melalui tangan-tangan instruktur inilah, kita berharap dapat memberikan skill-skill terkini sesuai dengan kebutuhan industri yang berkembang pesat kepada masyarakat," ungkap Sekjen.

Dikemukakannya, perlu adanya pendidikan yang berorientasi vokasional training. Dengan begitu, permasalahan seperti ketidaksesuaian antara jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan (missmatch) tenaga kerja dapat diatasi.

"Saya minta para instruktur dan mentor pemagangan, selalu men-gupdate dan meningkatkan skill. Agar dapat seiring dengan perkembangan teknologi di industri," tuturnya.

Editor : Markon Piliang