logo

Disoroti Kinerja Memble, BKD DKI Fokus Kembangkan Budaya Organisasi

Disoroti Kinerja Memble, BKD DKI Fokus Kembangkan Budaya Organisasi

Pemprov DKI Jakarta
08 November 2019 23:12 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sejumlah kalangan menilai kinerja Aparatut Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalami penutunan drastis dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Kualitas pelayanan masyarakat menurun jauh dibanding era kepemimpinan sebelumnya, khususnya pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) di tingkat unit pelaksana teknis (UPT) Kelurahan dan UPT PTSP Kecamatan.

Budaya malas kembali terlihat pada para ASN atau PNS. Mengurus Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) bisa tiga minggu.

Mengurus izin klinik pratama/utama tiga-empat bulan. Bahkan masyarakat yang meminta rekomendasi dari kantor Suku Dinas dipersulit. Sehingga warga kecewa berat. "Kami minta Gubernur DKI Anies Baswedan kembali mengetatkan pe gawasan terhadap kinerja ASN yang kendur dalam dua tahun terakhir," ujar tokoh masyarakat Taman Sari, Mangga Besar, Edy Setia Budi kepada Suarakarya.Id, Jumat (8/11/2019).

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta tengah fokus mengembangkan budaya organisasi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kepala BKD DKI Jakarta, Chaidir mengatakan, pengembangan budaya organisasi di kalangan ASN merupakan salah satu Kegiatan Strategis Daerah (KSD).

Pihaknya juga memiliki rencana aksi seperti Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), peningkatan kualitas kinerja pemerintah serta perbaikan pengelolaan tenaga non ASN. "BKD memiliki satu KSD yaitu pengembangan budaya organisasi dan rencana aksi di bawah koordinasi bidang pemerintahan," ujarnya, Jumat (8/10/2019).

Ia menyebutkan, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019, pihaknya mengajukan anggaran sebesar Rp 288 miliar yang terdiri dari belanja langsung sebesar Rp 32 miliar dan belanja tidak langsung sebesar Rp 255 miliar.

"Dari APBD-P 2019 sekitar Rp 288 miliar kita sudah menyerap anggaran sekitar 89 persen. Anggaran itu salah satunya kita kerjakan untuk KSD," tuturnya.          

Editor : Yon Parjiyono