logo

BMKG: Penerimaan Calon Taruna STMKG Jalur Afirmasi Dari Papua

BMKG: Penerimaan Calon Taruna STMKG Jalur Afirmasi Dari Papua

(Foto: Humas BMKG/suarakarya.id)
08 November 2019 15:09 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - TANGERANG SELATAN: Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk memajukan masyarakat Papua diwujudkan melalui jalur pendidikan, pada tahun 2019 Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) bersama Majelis Rakyat Papua bekerja sama menyiapkan sumber daya manusia yang akan dididik sebagai salah satu taruna/i STMKG. Adapun kuota yang diberikan adalah 13% dari total keseluruhan taruna/i baru di STMKG.

Serah terima 16 calon taruna/i dari Majelis Rakyat Papua (MRP) ke STMKG. Diwakili oleh Ketua Panitia Khusus Majelis Rakyat Papua (PANSUS-MRP), Edison Tanate. Ia memaparkan bahwa 16 calon taruna/i adalah orang-orang terpilih yang telah melalui berbagai seleksi dan berharap besar kepada tim afirmasi dalam menjaga serta mendidik putra-putri mereka.

Oleh karena itu, Edison meminta kesediaan dari pihak Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk memberikan bantuan kepada putra-putri mereka.

Ketua STMKG, Dr. I Nyoman Sukanta, S.Si., M.T menyampaikan untuk membantu proses pendidikan taruna/i hasil afirmasi dari papua ini, STMKG telah membuat sistem pengajaran untuk mempercepat proses pemahaman dengan cara membentuk kakak asuh dan orang tua asuh.

"Kakak asuh diambil dari taruna/i senior yang berprestasi yang bertugas untuk membantu membimbing dalam proses belajar mengajar, memotivasi, mengarahkan, mengenalkan sistem kedisiplinan yang diterapkan di STMKG, dan mengajak bersosialisasi ke masyarakat di sekitar tempat tinggal,"ucap Nyoman.

Lebih lanjut, Nyoman mengatakan orang tua asuh bertugas untuk mengevaluasi dan  mengawasi proses belajar mengajar dan bimbingan yang diberikan oleh taruna/i senior, serta memberikan motivasi agar tetap semangat dan berhasil dalam mengikuti pendidikan di STMKG.

Namun, kata dia, pendidikan kedisiplinan, taruna/i baru dari Papua juga harus mentaati aturan yang ada, tidak ada perbedaan, sehingga tingkat kedisiplinan tinggi harus tetap terjaga dan setara untuk seluruh taruna/i yang dididik di STMKG.

Proses afirmasi, melalui proses panjang dengan melibatkan beberapa instansi pemerintah berwenang, serta mendapat dukungan penuh dari pimpinan BMKG. Setiap wilayah, kata dia,  adat di Papua yang telah tergabung di dalam MRP, memilih putra putri terbaik mereka.

Kemudian, mereka dikirim ke Jayapura untuk mengikuti seleksi tes. Jumlah peserta tes adalah 49 orang dari berbagai daerah di Papua. Setelah itu, dilakukan serangkaian tes, diantaranya: Seleksi Kemampuan Dasar (SKD), Seleksi Kemampuan Bidang (SKB), dan Seleksi Kesehatan. Pada tahap akhir, terpilih 13 orang dan 3 orang sebagai cadangan. Enam belas calon taruna/i di karantina untuk melengkapi berbagai dokumen administrasi. Pada Minggu, 3 November 2019, mereka diberangkatkan dari Papua ke Jakarta.

Pada acara ini, juga dipaparkan mengenai pengenalan singkat program studi dan kehidupan kampus di STMKG. Dari 16 calon taruna/i telah dibagi dalam empat program studi, dengan rincian: 7 orang prodi Meteorologi, 3 prodi Klimatologi, 3 prodi Geofisika, dan 3 prodi Instrumentasi.

Setiap Ketua Program Studi turut hadir memaparkan arah studi. Kemudian, perwakilan dari Ketua Sub Bagian Administrasi Ketarunaan dan Kerjasama Pendidikan juga memaparkan secara singkat mengenai kegiatan ketarunaan di STMKG.

Diharapkan, menurut Nyoman, setelah menempuh pendidikan di STMKG, calon taruna/i jalur afirmasi bisa menjadi contoh yang baik untuk para pelajar di Papua dan sebagai kader utama dalam membangun Papua. ***

*Bagian Hubungan Masyarakat*
*Biro Hukum dan Organisasi*
Instagram: @InfoBMKG
Twitter: @InfoBMKG
Facebook: InfoBMKG
YouTube: InfoBMKG
#BMKG
#PemerintahBekerja

http://www.bmkg.go.id