logo

Minat Masyarakat Mengikuti Pelatihan Di BLK Komunitas Sangat Tinggi

Minat Masyarakat Mengikuti Pelatihan Di BLK Komunitas Sangat Tinggi

Kepala BLK Komunitas (BLKK) Al Mujahidin Riswadi Mpd (tengah).(foto,ist)
31 Oktober 2019 19:07 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - SAMARINDA: Pemahaman bahwa ketrampilan yang diperoleh dari Balai Latihan Kerrja (BLK) Komunitas dapat membantu untuk mendapatkan pekerjaan maupun usaha mandiri, membuat masyarakat sangat antusias mengikuti pelatihan di BLK.

Alhasil, animo masyarakat terhadap BLK Komunitas Al Mujahidin tak terbendung. Sampai-sampai BLK yang dibangun pemerintah sejak 2 tahun lalu itu tidak mampu menampung seluruh pendaftar. Pasalnya, tempat pelatihan dan kuotanya sangat terbatas. BLK Komunitas Al Mujahidin di Samarinda, Kalimatan Timur tersebut, akhirnya terpaksa membatasi pesertanya. Dari puluhan yang mendaftar yang bisa diterima cuma 16 orang.

"Kapasitas workshopnya hanya mampu menampung 16 siswa. Untuk satu angkatan (paket) dengan lama pelatihan 1,5 bulan,” jelas Kepala BLK Komunitas (BLKK) Al Mujahidin Riswadi Mpd, di Samarinda, Rabu (30/10/2019).

BLK Komunitas dibangun tahun 2017 dan mulai beroperasi 2018, berada di bawah Yayasan Perguruan Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur. Lokasinya berada di Jl. KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Selain Pondok Pesantren Al Mujahidin, yayasan itu juga menyelenggarakan beberapa unit pendidikan. Mulai dari TK, Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah(MA), sampai Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Timur.

Riswadi menjelaskan, BLKK Al Mujahidin hanya menyelenggarakan pelatihan kejuruan TIK (Teknologi Informasi dan Komputer). Selama tahun 2018 pelatihan diikuti 80 siswa yang dilaksanakan dalam 5 paket (angkatan). Tiap paket diikuti 16 siswa dengan pelatihan selama 1,5 bulan.

Tahun 2019 ini, pelatihan akan diselenggarakan dalam 6 paket dengan total peserta 96 orang. Anggaran operasional sebesar Rp 300 juta atau Rp 50 juta per paket diperoleh dari Ditjen Binalattas yang disalurkan melalui BLK Samarinda selaku pembina BLK Komunitas di Kaltim.

Seperti diketahui, dalam upaya memecahkan pengangguran dan memperluas lapangan kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sejak tahun 2017 melakukan terobosan dengan membangun BLK Komunitas.

Saat ini, jumlahnya mencapai 1.125 unit di seluruh Indonesia. Tahap pertama (2017) dibangun 50 BLK untuk melatih 5.000 orang dan tahun 2018 dibangun 75 BLK untuk melatih 7.500 orang. Sukses membangun 125 BLKK dengan melatih 12.500 orang dalam berbagai kejuruan, tahun 2019 ini pemerintah membangun lagi 1.000 BLKK dengan anggaran Rp 1 triliun untuk melatih 32.000 orang dalam 10 kejuruan.

Pembangunan BLKK ini bukan hanya untuk komunitas pesantren, tapi juga untuk basis agama lainnya, termasuk masyarakat sekitar yang membutuhkan. BLKK dibangun untuk memudahkan masyarakat yang membutuhkan pelatihan ketrampilan, terutama di lokasi yang jauh dari BLK milik pemerintah pusat maupun Pemda.

“Biaya pembangunan BLKK tahun ini yang dialokasikan Rp 1 miliar per unit digunakan untuk membangun workshop, pelatihan untuk pengelola BLK dan instruktur, pengadaan peralatan dan sarana pendukung, serta biaya operasional BLK," ungkap Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker, Bambang Satrio Lelono.

Dijelaskannya, Kemenaker menetapkan 10 kejuruan, namun BLK dibebaskan memilih satu kejuruan yang diinginkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. Misalnya kejuruan otomotif, teknik las, listrik, teknologi informasi, pengolahan hasil pertanian/perikanan, pariwisata, atau industri kreatif,”

Editor : Gungde Ariwangsa SH