logo

Program Jumat Sehat Mahasiswa, Cara Unkris Cetak Lulusan Berkarakter dan Berakhlak

Program Jumat Sehat Mahasiswa, Cara Unkris Cetak Lulusan Berkarakter dan Berakhlak

Rektor Universitas Krisnadwipayana Dr H Abdul Rivai, SE, MSi. (ist)
24 Oktober 2019 09:29 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Universitas Krisnadwipayana (Unkris) menggelar acara wisuda sarjana ke-59, program magister ke-23 dan program doktor ke-7. Kali ini jumlah  wisudawan mencapai 689 orang, terdiri atas lulusan progran sarjana (S1) sebanyak 591 orang, lulusan program pascasarjana (S2) sebanyak 96 orang, dan program doktor Ilmu Hukum sebanyak 2 orang.

Rektor Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Dr H Abdul Rivai, SE, MSi dalam sambutannya menekankan perlunya mahasiswa memiliki akhlak yang baik. Karakter yang dia sebut sebagai akhlakul kharimah itu, sangat dibutuhkan setiap lulusan Unkris dalam memasuki dunia kerja.

"Persaingan sekarang ini kian ketat. Lulusan perguruan tinggi tidak cukup kalau hanya menguasai ilmu pengetahuan. Mereka juga harus dibekali dengan karakter dan akhlak yang baik, punya jiwa nasionalisme dan adaptif terhadap perubahan dunia," ujarnya kepada suarakarya.id, di sela-sela wisuda Rabu (16/10/2019), di Pendopo Kampus Jatiwaringin, Jakarta.

Rivai menyebutkan, sebagai lembaga perguruan tinggi swasta tertua di Indonesia, yang berdiri sejak tahun 1952, Unkris menghadapi banyak tantangan berat dalam menghasilkan lulusan.

"Makin hari makin berat. Bukan lantaran dinamika ilmu pengetahuan dan makin ketatnya penerimaan pasar terhadap para lulusan, tapi juga tantangan yang lahir dari kompetisi perguruan tinggi (PT) yang semakin banyak. Semua ingin menjadi lembaga pendidukan terbaik," tuturnya.

Rivai menyebutkan, berbagai tantangan itu harus dihadapi. Unkris sendiri menyiapkan sejumlah program dalam menghasilkan lulusan yang siap bersaing dengan lulusan PT lainnya.

"Kita menyebutnya dengan Program Jumat Sehat Mahasiswa. Program pembentukan karakter ini kita berikan dalam waktu 1 tahun, di semestaer I dan II. Kita bangun akhlak mereka, kita bangkitkan rasa nasionalismenya, kita ajarkan akar budaya bangsa," ujarnya.

Pembentukan karakter ini, menurut rektor akan menjadikan lulusan Unkris adaptif menghadapi perubahan dunia. Termasuk menghadapi era digitalisasi maupun sebagai upaya menangkal paham radikalisme di kalangan anak muda.

"Inilah yang membedakan lulusan kita dengan yang lainnya. Unkris terus berusaha menjadi yang terbaik, memiliki nilai keunggulan dalam pengetahuan dan mampu membekali akhlak yang baik pada mahasiswanya," ujar Rivai.

Pada kesempatan yang sama turut memberikan kata sambutan adalah Prof Dr M Iman Santoso, SH, MH, MA. Selaku Ketua Pembina Yayasan Unkris, dalam kata sambutannnya dia mengatakan bahwa kemajuan teknologi berbasis internet begitu pesat perkembangannya menuntut perguruan tinggi untuk dapat menyesuaikan kemajuan teknologi tersebut. Perguruan tinggi, tambah Iman, perlu mengadakan perubahan baik dalam pengelolaan pendidikan, sistim informasi maupun dalam penyusunan kurikulum.

Pembina dan Pengurus Yayasan Unkris akan terus berusaha menata kembali kelembagaan dengan Program Pembenahan Universitas Krisnadwipayana, baik sistim administrasi maupun akademik, sehingga diharapkan memberi manfaat yang positif bagi Universitas Krisnadwipayana.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Bapak Dr M Samsuri mengatakan, wisuda ini menjadi tanda resmi bahwa wisudawan/wisudawati akan memasuki lingkungan baru yaitu lingkungan kerja dan diharapkan mampu untuk mempertanggungjawabkan gelar yang didapatkan baik secara moral dan intelektual,'' tambahnya.

Era Digital

Tema wisuda Unkris kali ini adalah "Adaptif terhadap perubahan Kunci Sukses Meraih Keunggulan Pada Era Revolusi Digital".

Rektor Rivai menyebutkan, dengan membekali ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik sejumlah alumni Unkris mampu membuktikan dirinya bisa memberikan sumbangsihnya kepada negara. Di antaranya, Mantan Ketua MPR Zulkifli Hasan, Hakim Agung Gayus Lumbuun, Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin.

Beberapa alumni lainnya yang telah berkontribusi dalam membangun negeri, di antaranya adalah Syarief Hasan (Menteri Koperasi dan UKM RI periode 2009-2014), Saleh Husin (Mantan Menteri Perindustrian RI), Mahmuddin Yasin (Wakil Menteri BUMN periode 2011-2014).

"Mereka semua merupakan alumnus Unkris. Artinya, bekal ilmu oengetahuan dan akhlak yang baik mampu membawa mereka pada kemajuan bangsa," tutur Rivai.

Ketua Pembina Yayasan Unkris, Iman Santoso, berharap agar para lulusan perguruan tinggi mampu menciptakan pekerjaan sendiri dan tidak tergantung pada pemerintah maupun perusahaan sasta untuk menyediakan lapangan pekerjaan.

Disebutkan, di era digitalisasi sekarang ini, peluang-peluang itu sangat terbuka. Misalnya bisnis dari online. "Tinggal bagaimana sikap inovatif mereka kembangkan lebih besar lagi, lebih kreatif, sehingga mampu menciptakan pekerjaan sendiri. Tidak mengharapkan pemerintah atau swasta menyediakan lapangan kerja baru," kata dia.

Iman menyebutkan, di era digital ini, dengan bekal kreatif, orang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, tidak berbatas waktu dan ruang. 

"Apapun bisa dijadikan peluang usaha dan menghasilkan uang, hal biasa bisa diubah menjadi luar biasa. Misalnya jasa online, jual beli online, ojek online," ujarnya.

Sebagai Ketua Pembina Yayasan, Iman juga berharap Unkris harus mampu berbenah membangun daya saing menghadapi era digitalisasi, melalui kemitraan dngan berbagai puhak. Perbaikan dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja SDM di bidang pendidikan yang bermuara pada mutu lulusannya.

"Harapannya tentu saja menjafikan Unktis sebagai perguruan tinggi yang kuat, tangguh, dan maju untuk mencapai visi menjadi Universitas Unggulan di tahun 2025," katanya. 

Tjatjuk Siswandoko selaju Ketua Panitia Wisuda, mengungkapkan total wisudawan kali ini mencapai 689 orang, terdiri atas lulusan progran sarjana (S1) sebanyak 591 orang, lulusan program pascasarjana (S2) sebanyak 96 orang, dan program doktor Ilmu Hukum sebanyak 2 orang. ***