logo

Layanan Pembayaran E-Pajak, Pemkot Solo Jalin Kerjasama Dengan BTN

Layanan Pembayaran E-Pajak, Pemkot Solo Jalin Kerjasama Dengan BTN

Penandatangan  kerjasama penyediaan layanan pembayaran e-pajak
23 Oktober 2019 21:47 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk dalam pelayanan pembayaran pajak daerah secara elektronik (e-pajak). Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Persero, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, dan Bank Jateng telah lebih dulu melayani pembayaran e-pajak.

"Sebelumnya kami juga sudah melayani pembayaran e-retribusi dari sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Klewer, Pasar Gede dan Pasar Nusukan. Ini merupakan bentuk sumbangsih kami kepada Pemkot Solo," jelas Kepala Cabang Solo PT BTN Persero Tbk, Deddy Armanto, di sela penandatangan  kerjasama penyediaan layanan pembayaran e-pajak di Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung, Rabu (23/10/2019).

Wajib pajak akan semakin mudah dalam membayar kewajibannya. Pembayaran sembilan jenis pajak daerah bisa dilayani BTN melalui loket bank maupun melalui anjungan tunai mandiri (ATM).

Lebih lanjut, Deddy mengatakan saat ini pihaknya juga tengah mengembangkan layanan pembayaran melalui mobile banking.

"Sistem ini sebenarnya sudah dirancang sejak lama," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Solo, Yosca Herman Soedradjad mengatakan, sejak dimulai 2017 pembayaran pajak daerah secara online telah berdampak terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

"Metode pembayarannya lebih cepat dan mudah. Sebab banyak pembayaran pajak dilakukan wajib pajak di luar jam operasional bank," jelas Yosca.

Pembayaran melalui e-pajak juga memiliki potensi penerimaan lebih optimal. Seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) misalnya, dari potensi sekitar Rp100 miliar tingkat pembayarannya mencapai 92-93 persen.

"Padahal biasanya 15-20 persen dari total potensi penerimaan itu adalah tunggakan," ujarnya.

Sementara itu Wali Kota FX Hadi Rudyatmo berharap, perluasan layanan pembayaran pajak daerah itu kian mengikis persepsi keliru terhadap pengelolaan keuangan daerah.***

Editor : Azhari Nasution