logo

Kementan Dorong Pengembangan Bibit Unggul Singkong Di Kepri

Kementan Dorong Pengembangan Bibit Unggul Singkong Di Kepri

singkong. (ist)
22 Oktober 2019 08:46 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Industri pangan olahan ubi kayu (singkong) saat ini makin digandrungi masyarakat. Mulai dari minuman berbahan tapioka hingga makanan ringan seperti kripik atau chips stik. Tersedianya bibit ubikayu unggul dan bersertifikat bisa menghasilkan produksi yang besar.

“Tahun ini Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan sudah mengalokasikan bantuan sertifikasi 100 Ha untuk Kepri. Dengan disertifikasi, bibit unggul yang dihasilkan lebih terjamin," kata Direktur perbenihan Tanaman Pangan, Takdir Mulyadi melalui rilis, Senin (21/10/2019).

Takdir menjelaskan selain merasa terjamin dengan sertifikasi, petani juga akan terbantu dari segi produksi karena menggunakan bibit unggul yang memiliki hasil panen yang banyak. Selain itu, pengembangan budidaya ubikayu ini bukan hanya dari sisi peningkatan produksi, tapi harus memiliki nilai tambah. 

"Kementan berencana akan memfasilitasi proses sertifikasi, penyiapan benih dan alat pasca panen pada tahun 2020," jelasnya.

Potensi Pengembangan Ubi Kayu di Kepri masih sangat besar. Lahannya masih cukup luas, sifat dari ubi kayu yang tidak terlalu sulit perawatan, air yang dibutuhkan tidak terlalu banyak, pasarnya mudah karena banyak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang siap menampung untuk diolah menjadi makanan ringan. 

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Provinsi Kepri ada beberapa varietas unggul yang mereka miliki, antara lain Monggo Bintani, Jantung Bintani, Sapat Hitam Gemilang dan Sapat Putih Gemilang. Luas pengembangan ubi kayu ini berada di 2 kabupaten yakni Bintan dan Kota Batam seluas 100 ha yang merupakan sentra produksi ubi kayu.

“Lokasi pertanaman ubi kayu berada di Kelompok Tani Sido Makmur, Subur Makmur dan Maju Berkah Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan seluas 50 hektar," ujar Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan Provinsi Kepri, Marisa.

Lokasi lainnya terletak di Kelompok tani Tembesi di Kecamatan Sagulung Kota Batam seluas 50 ha Provisi Kepulauan Riau.

Marisa menjelaskan Dinas Pertanian dibantu Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi Riau melakukan sertifikasi sebanyak 1 juta batang stek ubikayu. Sertifikasi di Kabupaten Bintan sebanyak 500 ribu stek varietas Monggo Bintani, Jantung Bintani, Sapat Hitam Gemilang, dan Sapat Putih Gemilang, dan 500 ribu stek varietas udang di Kota Batam.

Hasil panen ubi kayu varietas Monggo Bintani cukup memuaskan, bisa menghasilkan 30 ton per hektar dengan pendapatan Rp 45 juta per hektar, ini sangat membantu pendapatan para petani.

Ubi kayu biasanya dijadikan olahan seperti keripik original, sambal dan kanepo (kotak dadu) dan dijual sebagai panganan oleh-oleh khas Provinsi Kepri. ***