logo

PB Exist Kawinkan Piala Liem Swie King, Susy Susanti Dan Yuni Kartika

PB Exist Kawinkan Piala Liem Swie King, Susy Susanti Dan Yuni Kartika

Pemilik klub PB Exist Alex Tirta berfoto bersama para pemainnya
22 Oktober 2019 01:48 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - MAGELANG: PB Exist Jakarta merajalela pada ajang bergengsi Superliga Junior 2019 di GOR Bulutangkis Djarum, Magelang, Jawa Tengah. Para pemain klub Ibukota itu sukses mengawinkan Piala Liem Swie King dan Susy Susanty setelah berjaya pada nomor beregu putra-putri U-19 dan merebut Piala Yuni Kartika pada beregu putri U-16.

Raihan itu mengantar PB Exist mendomonasi kejuaraan karena menyabet tiga dari empat gelar yang diperebutkan. Unjuk kekuatan ini merupakan  ukiran sejarah manis tersendiri bagi klub yang bermarkas di Cibinong, Jawa Barat. Perkumpulan bulutangkis yang terbilang relatif sangat muda itu mampu mengimbangi dan mengungguli PB Djarum dan Jaya Raya yang sudah lama malang melintang di kancah bulutangkis nasional.

“Ini anugerah dari Tuhan untuk kita. Satu gelar saja tidak mudah, apalagi kita sukses merebut tiga gelar. Ini buah dari kekompakan dan perjuangan anak-anak di lapangan. Mereka terus berusaha memberikan yang terbaik untuk tim ini,” tutur Manajer  Tim PB Exist Jakarta, Alfianto Wijaya, kepada wartawan, kemarin.

Menurut Alfianto, semula PB Exist membidik dua gelar juara pada  U-17 dan U-19 putri.  “Kita  menargetkan dua gelar, dari U-17  dan U-19 putri. Ternyata kita bisa juga tampil jadi juara di U-19 putra," ucap  Alfianto.

Dalam laga  final, Minggu (20/10/2019) beregu putra U-19  PB Exist sukses menyabet gelar juara lewat kemenangan 3-2 atas tuan rumah PB Djarum Kudus untuk mendapatkan Piala Liem Swie King. Pada  laga puncak beregu putri U-19, PB Exist  juga meredam perlawanan PB Djarum dengan skor 3-1 untuk mempertahankan  Piala Susy Susanti.

Sukses mengawinkan dua piala berlabel nama legenda hidup bulutangkis Indonesia itu, bertambah manis lagi setelah di beregu putri U-17, PB Exist juga tidak terbendung untuk merebut Piala Yuni Kartika yang tahun lalu berada dalam genggaman PB Djarum. Tampil luar biasa di partai puncak tim putri U-17 Exist mematahkan perlawanan juara bertahan itu dengan skor 3-1.

PB Exist di bawah pemiliknya yang bertangan dingin Alex Tirta nyaris mengukir prestasi sempurna ketika tim beregu putra U-17 juga lolos ke final. Namun sayang, di laga pamungkas PB Exist harus mengakui keunggulan PB Jaya Raya Jakarta 2-3.

“Meskipun demikian sukses ini sperti kita mendapat bonus yang berlimpah. Kita sangat bersyukur atas raihan prestasi ini. Dan semoga tak terhenti sampai di sini. Intinya di turnamen ini, pemain dan tim pelatih sangat luar biasa," tutur Alfianto.

Dia memberi apresiasi tersendiri kepada ganda putra U-19 PB Exist, Crisandy Santosa/Enzo Ramadhan Satriyadi,  yang turun di partai keempat. Mereka  mampu memberikan kejutan  meski  kondisi timnya tertinggal 1-2 dari Djarum.

Duet Crisandy/Enzo mengalahkan Bernadus Bagas Kusuma Wardana/Dwiki Rafian Restu lewat rubber game 12-21, 21-15 dan 21-14. Kemenangan ini menjadikan skor imbang 2-2. PB Exist menuntaskan dengan meraih kemenangan pada  partai kelima yang jadi penentu , untuk  menjadikan skor  3-2.

“Nggak menyangka sama sekali bisa mencuri kemenangan di nomor ganda. Sebab di atas kertas lawan lebih diunggulkan. Tapi semangat juang anak-anak di lapangan  mampu mengubah prediksi untuk memberikan kemenangan penting," ujar Alfianto.

Di beregu putri KU-19, skuat PB Exist sukses mempertahankan gelar juara yang digenggamnya tahun lalu. Di partai puncak PB Exist mengalahkan Djarum 3-1, setelah pada partai keempat yang memainkan ganda putri, Jesita  Putri Miantoro/Putri Larasati  menang atas Aldira Rizki Putri/Metya Inayah Cindiani lewat straight game  21-17,21-13.

Sementara diperebutan Piala Yuni Kartika  untuk KU-17 putri, tim PB Exist mampu meredam perlawanan juara bertahan PB Djarum dengan skor 3-1. Ini menjadikan PB Exist untuk pertama kalinya memboyong Piala Yuni Kartika ke markas PB Exist.

"Piala Yuni Kartika dan Piala Liem Swei King  tahun ini ada di markas PB Exist  di Cibinong. Piala-piala  itu akan menambah koleksi piala sebelumnya dimana tahun lalu kita berhasil merebut Piala Susy Susanti karena juara di beregu putri KU-19.  Saya rasa ini pencapaian manis nan luar biasa buah dari perjuang  tim, yakni pemain dan pelatih. Gelar ini bukti dari kekompakan dan kebersamaan tim kita,” ucap Alfianto.

 Sukses mendominasi gelar juara di ajang Superliga Junior 2019, klub PB Exist Jakarta punya harapan besar dapat menyumbang atlet lebih banyak lagi  untuk menghuni Pelatnas PB PBSI di Cipayung. “Ke depan harapan kami semoga PB Exist dapat  menyumbangkan atletnya lebih banyak ke Pelatnas PBSI. Dan  kita akan terus melakukan pembinaan demi mendukung prestasi bulutangkis Indonesia di level dunia,”  kata Alfianto.

Namun demikian Alfianto tetap berpesan kepada pemain PB Exist untuk tidak mudah puas dengan capaian yang diraih  pada  Superliga Junior 2019. Dia mengharap pemain tetap berlatih lebih keras dan terus menjaga kekompakkan karena prestasi-prestasi lebih besar terbentang di depan.

“Pastinya kita sangat bersyukur atas keberhasilan ini.  Tapi keberhasilan kali ini juga menuntut kita kerja lebih keras lagi. Sebab pemain-pemain klub lain pun pastinya ingin selalu dapat mengalahkan pemain PB Exist. Jadi pemain PB Exist harus siap menghadapi kenyataan ini," jelas Alfianto. ***