logo

Dishub Kabupaten Bekasi Kekurangan Personel Atur Kepadatan Lalin

Dishub Kabupaten Bekasi Kekurangan Personel Atur Kepadatan Lalin

Kadishub Kabupaten Bekasi, R. Yana Suyatna. (Foto: Dharma/suarakarya.id).
21 Oktober 2019 23:33 WIB
Penulis : Dharma/Aji

SuaraKarya.id - CIKARANG: Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi kesulitan untuk mengatur lalulintas dalam kondisi macet di sejumlah titik persimpangan, lantaran kekurangan personel. Saat ini, Dishub hanya memiliki 130 anggota dari kebutuhan 500 anggota untuk mengatur kemacetan tersebut.

Kadishub Kabupaten Bekasi, R Yana Suyatna mengatakan, kondisi kemacetan di wilayahnya sangat dibutuhkan lebih dari 130 personel yang ada. Karena di wilayah Kabupaten Bekasi terdapat sejumlah titik persimpangan dari 23 kecamatan terutama di persimpangan Tambun, Cibitung, Cikarang Pusat serta Kalimalang maupun jalan nasional.

"Yang ada saja sekarang baru menginventarisasi 23 titik kemacetan. Kalau satu titik kemacetan dengan 10 personel saja baru 230 personel. Sedangkan personil yang ada hanya 130 personel untuk mengatur lalulintas ini," kata Yana kepada Suarakarya.id, Senin (21/10/2019).

Ia menyampaikan, saat ini pihaknya sudah mencoba mengajukan penambahan personel. Namun hingga sekarang belum juga mendapat arahan dan masih dalam kajian.

"Karena tenaga harian lepas (THL) di seluruh dinas sedang dievaluasi. Apa mereka efektif atau tidak. Atau memang bisa dilimpahkan atau disalurkan ke dinas perhubungan. Kita sedang menunggu arahan itu," kata Yana.

Ia menambahkan, jumlah anggotanya tak sebanding dengan jumlah personel di Dishub Kota Bekasi. Dari 12 kecamatan di wilayah itu ada sebanyak 12 ribu.

Sementara itu, kebutuhan personel Dishub Kabupaten Bekasi seperti di simpang empat harus diatas 10 personil. Karena harus mendorong kendaraan di depan untuk menghindari kemacetan.

"Satu dorongan atau satu dimensi dibutuhkan tiga personel, kalau ada empat dimensi jadi ada 12 personel, tambah Yana.

Kendati demikian, langkah yang dilakukan Dishub setempat dengan memanfaatkan armada yang ada dimaksimalkan yakni membentuk tim kuda atau tim reaksi mengurai kepadatan lalulintas.

"Personel hanya 10 sesuai dengan kendaraan. Ini sementara, kita hanya bisa mengurai kepadatan terutama di jalan nasional," ujarnya. ***

Editor : Azhari Nasution