logo

Ini Pesta Rakyat, Jangan Coba-coba Melakukan Kekacauan

Ini Pesta Rakyat, Jangan Coba-coba Melakukan Kekacauan

Personel TNI/Polri menggelar simulasi pengamanan tamu undangan saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, 20 Oktober 2019 di kompleks DPR, Sabtu (19/10/2019). (Antara)
19 Oktober 2019 23:58 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Puluhan personel TNI/Polri menggelar simulasi pengamanan tamu undangan saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, 20 Oktober 2019.

Simulasi dilakukan di salah satu gedung bagian belakang kompleks DPR, Sabtu petang (19/10/2019). Personel pasukan Gegana Mabes Polri bersenjata lengkap mengawal beberapa tamu dari sebuah gedung dan membawa masuk ke dalam kendaraan taktis Baracuda.

Sebanyak empat unit Baracuda telah disiapkan untuk membawa para tamu tersebut keluar dari kompleks DPR. Kemudian, pasukan Brimob bersenjata lengkap dengan kendaraan motor siap mengawal di depan mobil Baracuda terebut.

Sebelumnya Karo Penmas Divisi Humas Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan 31 ribu personel gabungan TNI-Polri disiagakan jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Awalnya aparat gabungan disiapkan sebanyak 27 ribu personel, namun pihak kepolisian menambah 4.000 personel dari satuan Sabhara.

     Hari Kegembiraan

Sementara itu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono, menyebutkan, pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019 merupakan hari kegembiraan bagi rakyat Indonesia.

"Pelantikan presiden dan wakil presiden ini sebenarnya hari kegembiraan buat seluruh rakyat Indonesia. Semua rakyat harus gembira karena Jokowi dan Ma'ruf Amin terpilih langsung oleh rakyat," kata Arief, di Jakarta, Sabtu.

Semua pihak diajak ikut mensukseskan pelantikan dan menjaga persatuan untuk kemajuan bangsa.

Arief menyampaikan harapan presiden dan wakil presiden terpilih yang akan bekerja keras melaksanakan seluruh janji kampanyenya.

"Sukseskan, doakan, semoga di bawah kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin Indonesia jauh lebih baik, sejahtera dan tidak ada lagi perpecahan. Karena kita, kami semua warga Indonesia," kata Arief.

Lebih lanjut Arief mengingatkan kepada pihak atau oknum yang mungkin mencoba membuat kekacauan saat pelantikan.

Dirinya menyebut, siapapun yang melakukan itu akan berharapan dengan rakyat.

"Jangan coba-coba melakukan kekacauan. Ini pesta rakyat, kalau masih ada yang mencoba mengganggu silakan keluar dari Indonesia," kata Arief Poyuono seperti dikutip Antara.

Menurutnya seluruh warga negara Indonesia tak perlu khawatir soal keamanan saat pelantikan besok.

"Saya yakin Polri di bawah Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan dibantu TNI, semua akan lancar," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak komponen bangsa untuk menyukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden.

"Dari Muhammadiyah, untuk 20 Oktober kita sukseskan semuanya seluruh komponen bangsa," ujar Haedar.

Menurut Haedar, kesuksesan pelantikan Jokowi juga bisa dimaknai sebagai kesuksesan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, dirinya meminta semua pihak menyudahi perbedaan politik.

"Jadi seperti yang dibilang semangat perbedaan politik harus dikhatamkan, tutup buku," tambahnya.

Diketahui, Jokowi dan Ma'ruf akan resmi dilantik sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024 pada 20 Oktober 2019.

Pelantikan diselenggarakan oleh MPR dan akan dimulai pukul 14.30 WIB. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto