logo

Duta Muda ASEAN Promosikan Program Kesejahteraan Sosial Kemensos

Duta Muda ASEAN  Promosikan Program Kesejahteraan Sosial Kemensos

Sekjen Kemensos Hartono Laras (kedua dari kanan). (foto,ist)
13 Oktober 2019 23:26 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Agar program promosi dan edukasi Kementerian Sosial (Kemensos), yang terkait dengan berbagai agenda pembangunan kesejahteraan sosia, lebih efektif diterima di kalangan masyarakat ASEAN. Maka, Kemensos berkepentingan mempromosikannya melalui Duta Muda ASEAN,

“Melalui Duta Muda ASEAN, Kemensos bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri mengedukasi dan menjelaskan kepada masyarakat ASEAN. Bagaimana tantangan dan peluang dalam pembangunan kesejahteraan sosial masyarakat,” tutur Sekretatris Jenderal Kemensos Hartono Laras, dalam sambutannya pada acara “Mainstreaming Konsep Kerjasama ASEAN: Car Free Day – Duta Muda ASEAN 2019”, di kawasan Car Free Day, Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan orientasi 20 Finalis DMAI 2019. Di sini, para finalis memberikan penyuluhan/mendiseminasikan informasi kepada masyarakat Jakarta pada momen Car Free Day.

Dalam kolaborasi kedua kementerian, 20 pemuda tersebut turut mengkampanyekan tugas dan fungsi Kemensos, dalam hal ini ASEAN Enabling Masterplan 2025: Mainstreaming the Rights of Persons with Disabilities dan Regional Plan of Action on the Elimination of Violence against Children pada Car Free Dayi.

Peningkatan kesadaran dilakukan 20 Finalis DMAI 2019 tersebut kepada masyarakat melalui proses tanya jawab yang interaktif, quiz, games, dan sebagainya. Mereka mendistribusikan _goodie bags_ kepada masyarakat yang telah ditingkatkan kesadarannya dan pemahamannya mengenai ASEAN.

Hadir dari Kemensos Kepala Biro Perencanaan Adhy Karyono, Sekretaris Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial Harapan Luban Gaol, Kepala Pusat Penyuluhan Sosial Hasyim, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Margo Wiyono, dan Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Andi Hanindito.

Lebih lanjut Sekjen Hartono Laras mengatakan, dalam perkembangannya ASEAN ditopang oleh tiga pilar. Yakni pilar politik dan keamanan, pilar ekonomi, serta pilar sosial budaya.

“Dari pilar sosial budaya, bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Kemensos bisa ikut meningkatkan kesadaraan dan pemahaman masyarakat ASEAN, terkait pembangunan kesejahteraan sosial,” tutur Sekjen.

Relevansi mempromosikan agenda dari Indonesia termasuk agenda sosial, lanjutnya, makin relevan sejalan dengan Indonesia akan menjadi ketua ASEAN pada tahun 2023. Untuk menyukseskan agenda tersebut, diperlukan dukungan masyarakat luas.

“Terima kasih kepada Direktorat Sosial Budaya Kementerian Luar Negeri, atas kolaborasinya dengan Kemensos,” ujarnya.

Dia menambahkan, ketiga pilar ASEAN tersebut, bersinergi untuk mewujudkan visi Masyarakat ASEAN 2025, yang bersatu, inklusif, tangguh, berkompetensi tinggi, inovatif, dinamis, berkelanjutan, serta melibatkan masyarakat dalam proses dan memastikan agar ASEAN dapat senantiasa membawa manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dalam usaha meningkatkan kesadaran masyarakat, Sekjen menekankan, metode diseminasi merupakan yang paling tepat. “Sebagai lapisan pertama politik luar negeri Indonesia, keputusan di ASEAN dapat berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia dan sebaliknya, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tuturnya.

Selain itu, 20 Finalis DMAI 2019 beserta alumni DMAI tahun-tahun sebelumnya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, juga membantu Kemensos memberikan penyuluhan dan mendiseminasikan berbagai program Kemensos di berbagai wilayah di Indonesia sesuai kebutuhan.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto