logo

PATAKA Minta Pemerintah Kendalikan Suplai Pakan dan DOC

PATAKA Minta Pemerintah Kendalikan Suplai Pakan dan DOC

Ketua PATAKA Yeka Hendra Fatika. (Ist)
10 Oktober 2019 23:14 WIB
Penulis : Muhajir

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA) saat ini tengah mempersiapkan usulan terkait dengan Perubahan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 32 yang mengatur tentang penyediaan ayam ras dan telur.

Ketua PATAKA Yeka Hendra Fatika mengungkapkan, sengkarut ayam ras dan telur yang saat ini dirasakan oleh masyarakat karena regulasi yang ada saat ini dinilainya tidak berpihak kepada peternak.

“Intinya, regulasi yang ada saat ini membuat pemerintah tidak bisa mengatur suplai. Seperti tidak bisa mengontrol peredaran dan distribusi ayam. Untuk itu kami bersama asosiasi yang lain tengah membenahi masalah itu,” ujar Yeka kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Menurut Yeka, masalah lain yang dihadapi oleh peternak adalah biaya produksi tinggi. Sementara itu pembangunan kandang di mana-mana, tidak ada kontrol dari pemerintah. Akhirnya yang terjadi adalah over suplai.

“Sebenarnya itu kewenangan itu ada di pemerintah daerah. Tapi faktanya mereka semena-mena. Seperti sekarang banyak masyarakat membangun peternakan yang tidak memiliki izin. Jadi regulasi apapun kalau implemenatsi dilapangan tidak berjalan maka persoalan ayam dan telur tidak akan selesai,” tuturnya.

Yeka juga berharap agar pemerintah berperan aktif dalam pengendalian sisi suplai pakan dan DOC-nya.

“Seperti, ayam DOC yang dijual ke peternak diperoleh dari bibit perent stok, yang sebelumnya dari great perent stok atau GPS. Dan GPS inilah yang harus dikendalikan,” ucap Yeka.

Lanjut Yeka, pada saat produksi meningkat, harga ayam dipastikan jatuh. Dia pun berharap pemerintah konsisten dalam menerapkan harga acuan.

Yeka mengungkapkan, selain akan memberikan usulan terkait dengan perubahan Permentan, PETAKA juga akan bekerjasama dengan pemerintah dalam melakukanpenjualan secara langsung dari peternak, tidak lagi melalui broker.

Hal ini dilakukan guna meredam gejolak dari peternak yang akhir-akhir ini melakukan aksi unjuk rasa yang menuntut masalah harga.

Pihaknya juga berharap agar menteri pertanian ke depan lebih berpihak kepada peternak dan siap duduk bersama mencari solusi masalah harga daging ayam. Untuk itu Yeka mendukung penuh kebijakan pemerintah agar tetap mensejahterakan peternak Indonesia.

Diketahui, jika harga di tingkat peternak sudah sesuai dengan harga acuan pemerintah yakni Rp19.000 hingga Rp20.000 peternak sudah memiliki keuntungan, dan tidak ada aksi. Apalagi saat ini menjelang pelantikan presiden, publik berharap agar semua komponen dapat menjaga kondusifitas.