logo

Populasi Sapi Indonesia Meningkat 5 Juta Ekor

Populasi Sapi Indonesia Meningkat 5 Juta Ekor

Mentan Amran Sulaiman bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperhatikan sapi limosin hasil IB, Kamis (10/10/2019) di Surabaya. (suarakarya.id/laksito)
10 Oktober 2019 21:09 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - SURABAYA: Menteri  Pertanian Amran Sulaiman menegaskan sapi Indonesia menurut BPS mengalami peningkatan hampir 5 juta ekor dalam periode tahun 2014 – 2019. Peningkatan itu tidak lepas dari penggunakan teknologi inseminasi buatan (IB) secara masif, yaitu dengan sistem perkawinan pada ternak sapi secara buatan.

“Perkembangan sapi kita pada saat awal pemerintahan Jokowi sesuai BPS itu populasinya 14 juta, namun hari ini sapi kita sudah ada 18 juta ekor, hampir 19 juta ekor. Ada kenaikan hampir 5 juta ekor,” ucap Amran pada Rapat Evaluasi UPSUS SIWAB tahun 2019 Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Kamis (10/10/2019).

“Insya Allah akhir tahun bisa 19 juta. Satu juta ekor per tahun kenaikannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Amran meminta agar beternak secara cerdas, misalnya ternak sapi  limosin, dimana satu sapi Limosin setara dengan 3 atau 4 sapi lokal.

Melihat populasi yang meningkat pesat, Amran meminta anggaran ditambah untuk  program Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting ini.

Pembangunan sub-sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan sektor pertanian. Sektor ini memiliki nilai strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat atas bertambahnya jumlah penduduk, peningkatan rata-rata pendapatan penduduk, serta taraf hidup petani, peternak dan nelayan.

Dalam kesempatan ini, Menteri Amran memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur sebagai pembina UPSUS SIWAB terbaik provinsi di Indonesia. 

“Terima kasih semua pihak yang telah bersinergi atas prestasi ini. Terus kita tingkatkan dan kita tularkan kepada provinsi yang berminat,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sesaat setelah menerima penghargaan. 

Menurutnya peningkatan produktivitas ternak sapi di Jatim dilakukan dengan sistem perkawinan inseminasi buatan (IB). Data Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur, hingga bulan  September 2019, dari target 1.300.000 ekor sapi telah terealisasi 1.396.000 ekor sapi atau capaiannya 107%. 

Jawa Timur berkontribusi 43 persen terhadap populasi nasional, atau setara 1,3 juta ekor  dari program UPSUS SIWAB ( Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting). Kelahiran pedet (anak sapi) hingga September 2019 adalah 843.807 ekor dan yang lahir kembar 478 ekor sapi, yaitu 235 ekor dengan kelamin jantan dan 243 ekor betina dari 28 kabupaten dan 4 kota dan yang paling banyak dari Kabupaten Tuban. ***

 

Editor : Laksito Adi Darmono