logo

Peristiwa Penusukan Wiranto Jadi Pembelajaran Berharga Bagi Presiden Jokowi Saat Berada Di Tengah Kerumunan

Peristiwa Penusukan Wiranto Jadi Pembelajaran Berharga Bagi Presiden Jokowi Saat Berada Di Tengah Kerumunan

Foto: Ilustrasi (Istimewa)
10 Oktober 2019 18:35 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengatakan insiden penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Banten menjadi pembelajaran berhaga bagi Presiden RI Joko Widodo maupun pejabat negara lainnya saat berada di tengah kerumunan massa.

"Dari kejadian penusukan yang dialami oleh Pak Wiranto ini, ada beberapa hal penting yang harus digarisbawahi. Kejadian ini menjadi pembelajaran sangat berharga," kata Abdul Kadir Karding melalui telepon selulernya kepada Antara di Bogor, Kamis.(10/10/2019).

Menurut Karding, kejadian penusukan terhadap Jenderal TNI (Purnawirawan) ini menjadi pesan kuat kepada Presiden Joko Widodo serta pejabat negara lainnya untuk lebih berhati-hati.

"Mungkin harus ada pengamanan dan sistem keprotokolan yang perlu diatur lebih ketat terhadap pejabat negara," katanya.

Sebagai pendukung Presiden Joko Widodo, setelah melihat kejadian penusukan terhadap Wiranto, Karding menjadi berpikir bagaimana dengan Presden Joko Widodo yang suka blusukan ke pasar tradisional maupun keramaian dan bersalaman dalam jarak rapat dengan masyarakat.

"Saya juga jadi berpikir apakah kebiasaan Pak Jokowi untuk bersalaman di tengah keramaian masyarakat perlu dievaluasi untuk diperbaiki, atau terus dilakukan dengan pengawalan yang lebih ketat," katanya.

Mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini mengatakan bahwa kejadian penusukan terhadap Jenderal (Purn.) Wiranto bisa terjadi pada siapa saja, pejabat, atau tokoh yang sikap atau pernyataannya dianggap berbeda dengan kelompok tertentu.

Karding menduga pelaku penusukan terhadap Wiranto adalah kelompok terpapar radikalisme atau bisa juga dari kelompok teroris.

    Pelantikan Presiden

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan peristiwa penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Pandeglang, Banten, tidak akan mengancam pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019.

"Enggak, enggak (akan ancam pelantikan)," kata Menhan Ryamizard menanggapi penusukan kepada Wiranto di Rindam XVIII Cenderawasih, Jayapura, Papua, Kamis (10/10/2019).

Menurut Ryamizard, pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 akan tetap dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober mendatang.

"Ya, lantik saja, memang kenapa? Aman. Hajar saja yang memberikan enggak aman. Itu sudah aturan, kok, segala macam, sudah hukum kita menang. Mau apa lagi? Saya kesal sebetulnya," katanya.

Ia mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa mantan Pangab (Panglima TNI) itu yang menyebabkan luka di bagian perut.

Ketika ditanyakan, apakah perlu peningkatan keamanan tokoh penting seperti menteri? Jawab Ryamizard, "Tidak perlu ada peningkatan pengamanan."

"Ah, saya sih enggak perlu. Mudah-mudahan aman semualah enggak ada gitulah," kata Ryamizard.

Polisi menangkap dua pelaku penusukan, yakni seorang pria dan seorang wanita. ***