logo

Pimpinan Islamic Center Bin Baz Jamin Ponpesnya Bebas Gerakan Radikalisme

Pimpinan Islamic Center Bin Baz Jamin Ponpesnya Bebas Gerakan Radikalisme

Pimpinan ponpes Islamic Center Bin Baz berdialog dengan Tim Divisi Humas Polri dalam rangka sinergitas antisipasi kontra radikalisme.
10 Oktober 2019 16:49 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - BANTUL: Tim Divisi Humas Polri dan media nasional didampingi pejabat terkait Polda DIY, mengunjungi Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz di Jl. Raya Wonosari KM.10 Karanggayam, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, D.I. Yogyakarta, Rabu (9/10/2019) malam.

Pimpinan Ponpes dibawah pimpinan Ustad Abu Nida menerima kedatangan tim yang didampingi Kasubdit IV Ditintelkam Polda DIY AKBP Danu dalam suasana kekeluargaan.

Ketua Tim Divisi Humas Polri AKBP  Alfian menyebut maksud kunjungan   untuk silahturahm dan membangun sinergitas dengan pondok pesantren untuk berperan aktif dalam mencegah faham radikalisme serta mewujudkan kamtibmas yang kondusif.

Abu Nida dalam sambutannya mengucapakan terima kasih atas kedatangan tim  di pondok pesantren kami, Pesantren kami terbuka untuk umum dan tidak membedakan satu sama lainnya.

  Abu Nida menjelaskan ponpes yang dipimpinnya punya 5 hal yang harus di pahami oleh semua santri dan pengurus, yakni:

1. Akidah yang lurus, ahli sunah waljamaah

2. Hatam Al-Quran, yang di utamakan setelah keluar nanti bisa fasih dan faqih.

3. Ahlaq. Memperbaiki ahlak manusia, karena manusia harus memiliki rasa rohmat dan saling menghormati kepada orang tua, orang lain, harapan ber ahlak budi pekerti yang baik.

4. Bacallah, agar para santri dan bisa membaca kitab-kitab dan memahaminya.

5. Mencerdaskan santri dan mendidik santri agar Mendapatkan nilai akademis minimal 8 atau 9.

Di dalam Ahli Sunnah Waljamaah itu dijelaskan mudarot dan Berdemo itu haram. Pihaknya juga sudah menyampaian kepada santri dan pengurus agar tidak ikutan demo karena haram.

Pihaknya juga menjamin, ponpes yang diasuhnya bebas dari aliran radikalisme dan senantiasa bersinergi dengan pemerintah.

Editor : B Sadono Priyo