logo

Mentan Jawab Fitnah Dengan Beroperasinya 10 PG Baru

Mentan Jawab Fitnah Dengan Beroperasinya 10 PG Baru

Mentan Amran Sulaiman. (Dok. Kementan).
10 Oktober 2019 11:48 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - BLITAR: Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman mengisahkan tantangan yang dialaminya saat mendorong pembangunan 10 pabrik gula (PG) dalam 5 tahun terakhir, yang menjadi target selama periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Hal itu dia sampaikan pada kunjungan ke Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI) Blitar, Rabu (9/10/2019).

“Kami merasakan pahit getirnya membangun ini, kami dapat fitnah yang keji dari salah satu media dan aku ingin disini membuktikannya,” ucapnya.

Amran menyebutkan pabrik gula RMI turut mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian, dalam hal perizinan pabrik untuk lahan Agroforestri, yang merupakan kerja sama dengan kehutanan, serta kemudian digunakan petani.

Amran pun mengatakan cuma membantu menulis surat serta meminta ke Menteri Kehutanan perihal perizinan lahan yang akan digunakan 10 pabrik gula, bukan satu saja, seperti yang dituliskan salah satu media nasional. 

“Maaf harus ekstrem, pak di zaman now..., Bapak pernah traktir saya selama bapak bangun ini? Pernah sogok saya? Pernah saya minta sesuatu?” tanya Amran pada salah satu Direktur PG RMI dan dijawab: “Tidak Pak”.

Dalam kesempatan ini, Amran juga mengungkapkan kebutuhan untuk konsumsi gula putih di Indonesia, antara 200 ribu ton sampai 500 ribu ton, sedangkan targetnya 10 pabrik gula yang sudah dibangun dapat menghasilkan tambahan 1 juta ton gula.

“Target dari Bapak Presiden, 10 pabrik gula dalam 5 tahun dan hari ini sudah tercapai. Pabrik ini khusus produksi gula putih, kita target pada posisi optimal maka ke 10 pabrik dapat hasilkan 1 juta ton. Kita bisa surplus 1 hingga 2 tahun kedepan. Yang terpenting adalah pondasi untuk 10 pabrik gula sudah selesai,” bebernya. 

Menurut Amran, dirinya bangga jika rakyat dapat minum teh dengan gula hasil negeri sendiri. 

Mentan mengingatkan, hanya dengan investasi dan ekspor kita bisa mengangkat perekonomian negara saat ini, sehingga para investor perlu dijaga. Khusus di Blitar dirinya meminta investor agar dikawal Kapolres, Dandim dari pihak-pihak yang mengganggu dunia usaha. 

Amran menilai saat ini pengembangan tebu telah menggunakan teknologi tinggi, sehingga di daerah yang gersang sekali pun tebu akan tumbuh dengan baik. Sebagai contoh, di Bombana menggunakan teknologi deep irrigation yang ditanam dalam tanah. 

“Teknologi ini airnya mungkin hanya 10% dari yang biasa dan pupuknya melalui pipa dan teknologi ini bisa menghasilkan 140 ton di Bombana” jelasnya. ***