logo

Polres Purwakarta Siap Proses Hukum Jika "Hujan Batu" Akibat Kelalaian

Polres Purwakarta Siap Proses Hukum Jika

Batu besar yang menimpa rumah warga di Kabupaten Purwakarta, Selasa (8/10/2019). (Antara)
10 Oktober 2019 09:39 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - PURWAKARTA: Polres Kabupaten Purwakarta siap memproses secara hukum jika ada unsur kelalaian terkait dengan peristiwa bebatuan yang menghujani rumah warga di daerah itu di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Jabar.

Kapolres setempat AKBP Matrius, di Purwakarta, Rabu (9/10/2019) mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas peristiwa "hujan batu" yang diduga akibat aktivitas pertambangan PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS).

Perusahaan tambang batu tersebut melakukan tehnik blasting atau peledakan dalam menjalankan kegiatan pertambangan batu.

"Kegiatan blasting dilakukan di sebelah sisi gunung. Tapi dampaknya batu-batu yang sebelah sini (sisi gunung lainnya) yang dekat pemukiman warga bergetar dan berjatuhan ke bawah," ungkapnya.

Ia mengaku sudah menurunkan tim untuk menyelidiki apakah peristiwa "hujan batu" itu ada unsur kelalaian atau tidak.

Termasuk melakukan penyelidikan apakah kegiatan pertambangan dengan blasting tersebut sesuai dengan standar operasi atau tidak.

Menurut dia, jika dalam penyelidikan ditemukan sesuatu hal yang memenuhi unsur kelalaian, pihaknya akan memprosesnya lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami dari Polres Purwakarta sudah menurunkan tim untuk menyelidiki apakah ada pelanggaran (yang dilakukan PT MSS) atau tidak. Kami terus menyelidiki lebih dalam," ujarnya, menegaskan.

Sementara itu, peristiwa bebatuan yang menghujani rumah warga di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru terjadi pada Selasa (8/10) siang.

Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Purwakarta mencatat, tujuh rumah milik warga dan satu bangunan sekolah rusak akibat peristiwa itu.

    Pemprov Jabar

Sementara itu Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyarankan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat meninjau ulang izin kegiatan pertambangan yang menggunakan bahan peledak di daerahnya.

"Kami akan segera berkirim surat ke Pemprov Jabar agar mengevaluasi aktivitas perusahaan tambang yang menggunakan bahan peledak," katanya di Purwakarta, Rabu, mengomentari peristiwa bebatuan besar yang menghujani rumah warga di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta.

Ia mengatakan hal tersebut terjadi akibat kelalaian perusahaan tambang.

Pihaknya meminta Pemprov Jabar menutup perusahaan tambang itu sebab merugikan masyarakat.

Anne tidak hanya menyarankan agar pemprov meninjau ulang izin kegiatan pertambangan yang menggunakan bahan peledak di daerahnya. Pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap peristiwa itu.

Hal tersebut dilakukan karena selama ini aktivitas tambang batu yang dilakukan perusahaan tersebut menggunakan bahan peledak.

Pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait dengan aktivitas pertambangan di daerahnya sebab hal itu wewenang Pemprov Jabar.

Kepala Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Purwakarta Wahyu Wibisono mengatakan peristiwa bebatuan yang menghujani rumah warga itu akibat aktivitas blasting atau peledakan batu yang dilakukan oleh perusahaan tambang, PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS).

"Ada tujuh rumah milik warga dan satu bangunan sekolah di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta yang rusak setelah dihujani batu besar dari atas Gunung Cihandeuleum," kata dia. 

Ia mengatakan bebatuan yang menghujani rumah warga itu dampak peledakan batu yang dilakukan oleh PT MSS. ***