logo

Bencana Sosial Wamena, Kemensos Bantu Usaha Warga Lewat Program UEP

Bencana Sosial Wamena, Kemensos Bantu Usaha Warga  Lewat Program UEP

Dirjen Linjamsos Kemensos Harry Hikmat (kiri). (foto, ist)
08 Oktober 2019 00:16 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - WAMENA: Untuk membantu korban kerusuhan Wamena yang kehilangan tempat usaha pascakerusuhan 23 September lalu, Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan stimulan melalui Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

"Bantuan diberikan kepada warga melalui Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos) Kemensos Harry Hikmat, usai bertemu dengan Perkumpulan Warga Sunda yang menetap di Wamena, Hayawihaya, Papua, Minggu (6/10/2019). 

Dirjen mengatakan bantuan disalurkan melalui perbankan secara non tunai, setelah Dinsos melakukan asesmen penyintas yang memiliki usaha warung atau usaha dagang, yang ludes terbakar.

"Harapan kami dengan diberikan bantuan stimulan, mereka bisa membuka usaha kembali. Sehingga, denyut perekonomian di Wamena semakin pulih," tutur Dirjen.

Dia menjelaskan, tahap awal bantuan UEP diberikan untuk 100 paket total sebesar Rp500 juta. Kemensos akan menambah bantuan UEP, apabila hasil asesmen menunjukkan jumlah warga yang harus dibantu bertambah.

Di bagian lain, Ketua Paguyuban Warga Sunda di Wamena, Entis Sutisna (38) mengaku, menyambut baik upaya Kemensos memberikan bantuan bagi warga yang kehilangan usahanya. "Bantuan ini sangat diharapkan karena kios usaha adalah satu-satunya mata pencaharian kami," kata Entis.

Dia mengatakan, jumlah anggota paguyuban adalah 154 orang. Dari jumlah tersebut hanya enam orang yang kembali ke Jawa Barat. Mayoritas warga Sunda di Wamena adalah pedagang makanan dan montir.

"Saat kerusuhan terjadi, ada dua bengkel motor dan rumah milik anggota paguyuban terbakar," katanya.

Dengan adanya bantuan stimulan dari pemerintah, lanjutnya, akan memotivasi warga untuk kembali membuka usaha dan mengalihkan rasa trauma warga. "Kembali menyibukkan diri dengan pekerjaan," ucapnya.

Editor : B Sadono Priyo