logo

Songsong Destinasi Gastronomi, Semarang Wujudkan Pokja Wiskulja

 Songsong Destinasi Gastronomi, Semarang Wujudkan Pokja Wiskulja

Lunpia, salah satu andalan wisata kuliner di Semarang. (Foto: Istimewa)
07 Oktober 2019 13:26 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG (Suara Karya): Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Pemkot Semarang, akan mewujudkan Kelompok Kerja Wisata Kuliner dan Belanja (Pokja Wiskulja), guna menyongsong Kota Semarang sebagai destinasi gastronomi berstandar dunia.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyebut Pokja Wiskulja merupakan tindak lanjut dari Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar yang menunjuk ibu kota Jateng ini sebagai next destinasi gastronomi setelah Ubud di Bali.

"Guna mempercepat Wiskulja dari pusat pada 2020, Pokja kita bentuk agar fokus pada Wiskulja," kata Hendrar Prihadi, Senin (7/10/2019).

Menurut Hendi, sapaan akrab wali kota, Pokja Wiskulja terdiri dari pentahelix wisata ada dari Dinas Koperasi, Dinas Perdagangan, pegiat wisata, perhotelan, akademisi, media serta para tokoh sejarah kuliner dan belanja. Pokja akan memperdalam desain strategi dan rencana aksi Wiskulja, seperti Ubud dan Badung di Bali yang sudah menjadi destinasi gastronomi berstandar dunia.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, menjelaskan ada tiga besar wisata kuliner di Semarang. Seperti lunpia, bandeng duri lunak dan ikan kepala manyung. Sedang untuk Top 3 wisata belanja masih tahap kurasi.

"Untuk wisata belanja kami masih kurasi, yang jelas ada fashion, produk kerajinan asli Semarang, dan satunya masih long list," tuturnya.

Pokja Wiskulja juga akan bekerja pada problem standar kebersihan kuliner. Termasuk menyusun regulasi pendukung sustainable development, seperti meminimalkan penggunaan plastik di tempat umum dan fasilitas wisata.

Turis asing sangat peduli kebersihan kuliner baik tempat, cara mengolah dan penyajian. Ini masih menjadi pekerjaan rumah. Selain itu, penggunaan plastik akan diminimalkan, bisa mulai dari tempat belanja, kantor dinas dan perhotelan.

Tim Percepatan Wiskulja Kemenpar sendiri, menunjuk kawasan Joglosemar yakni Kota Semarang sebagai kota kedua setelah Ubud Bali sebagai destinasi gastronomi. Prototipe destinasi gastronomi Ubud akan diterapkan di Kota Semarang.

Kota Semarang dipilih lantaran memiliki kesiapan baik kekayaan kuliner dan wisata serta sejarah kuliner yang kuat yang bisa disertai dengan atraksi kuliner dan belanja.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto